Superman Is Dead Kritik Lewat Lagu

Selama 16 tahun berkarya, mereka telah menjadi legenda hidup musik punk rock di Indonesia, khususnya Bali. Tak hanya dikenal sebagai band rock and roll yang berpengaruh di Indonesia, Superman Is Dead juga banyak menyuarakan kritik sosial dalam lagu-lagunya.

Superman Is Dead Kritik Lewat Lagu, foto: Natalia S.
Superman Is Dead bersama album terbaru mereka

Memulai kariernya pada tahun 1997 dengan album Case 15 (1997), Superman Is Dead (1998) dan Bad Bad Bad (2002) dengan label indie, Superman Is Dead atau yang biasa dipanggil SID ini digandeng label besar Sony Music yang sampai saat ini sudah memproduksi 7 album, diantaranya Kuta Rock City (2003), Hangover Decade (2004) dan yang terbaru adalah Sunset di Tanah Anarki (2013).

Band yang dimotori oleh Ari Astina (Jerinx), Budi Sartika (Bobby Kool) dan Eka Arsana (Eka Rock) itu terbentuk pada 1995. Pelopornya adalah Jerinx, yang saat itu masih tergabung dalam band heavy metal Thunder, dan Booby Kool drummer band new wave punk Diamond Clash, yang ingin menjadi gitaris dan vokalis.

Mereka berdua kemudian sepakat membentuk band dengan Lolot sebagai pemain bass, dan membawakan lagu-lagu Greed Day. Tak lama setelah Lolot keluar dari band dan memilih konsentrasi dengan band lain, Eka Rock akhirnya mengisi kekosongan bass band yang pada saat itu masih bernama Superman Is Silver Gun.

Bicara sejarah band ini memang cukup panjang, mulai dari karier musik mengusung bendera independen, sampai dikontrak oleh perusahaan rekaman besar. Kabarnya Sony Music tidak pernah ikut campur dalam wilayah berkesenian SID, lagu, lirik, video klip, image dan lainnya ditentukan sendiri oleh SID.

Tak hanya berhasil menyabet berbagai penghargaan MTV Award, AMI Award, Double Platinum for Kuta Rock City Album, mereka juga sudah melakukan tur mancanegara antara lain, Superman IS Dead Australian Tour pada tahun 2007, dan Superman IS Dead American Tour pada 2009.

Band asal Bali ini tak pernah kehabisan ide untuk menuangkan karya musik mereka. Sebuah album the best mereka dirilis dalam bentuk piringan hitam pada tahun 2012. Piringan hitam ini adalah obsesi terpendam mereka sebagai pendokumentasian karya sejak 1995.

Aktivis Lingkungan

Band penyaji musik keras serta lirik yang lugas ini seringkali menyentil ranah sosial politik, mulai dari kritik sosial kebudayaan, kritik sentralisasi industri musik sampai protes soal lingkungan hidup.

Tak hanya lewat lagu, personil SID juga pernah berbicara secara tegas kepada gubernur Bali melalui acara ‘Simakrama’ (temu warga) mengenai kekecewaan warga Bali yang melihat semakin menipisnya lahan hijau di Bali.

Superman Is Dead Kritik Lewat Lagu, foto: Natalia S.
Jerinx SID bicara soal ketidakadilan

Nama mereka pun kembali mencuat karena rencana pemerintah mereklamasi Teluk Benoa di Bali. Rencananya Teluk Benoa seluas 838 hektar itu akan dikeruk dan dibangun sebuah pulau baru, termasuk sirkuit Formula 1 dan Disneyland pertama di Indonesia. Namun hal itu ditentang sejumlah pihak karena dinilai akan merusak keseimbangan ekologi di Bali.

Sebagai anggota masyarakat yang tinggal dan besar di Bali, personil SID tak mau tinggal diam. Mereka merasa rencana reklamasi tersebut sarat kepentingan politik. Bersama para aktivis senior dan seniman mereka melakukan gerakan lewat konser, penyuluhan hukum dan sebagainya. Salah satu acara terbesar mereka kemarin adalah konser "Bali Not For Sale" yang digelar di tengah sawah.

Album kedelapan SID menjadi penanda ulang tahun ke-17 band yang bermarkas di Poppies Lane II, Kuta, Bali ini. kali ini hampir seluruh lagu terinspirasi dari kegelisahan mereka sebagai musisi dan keresahan terhadap kondisi lingkungan sekitar mereka juga ketidakadilan yang kerap terjadi di Indonesia. “Ibarat hadiah, album ini kita kasih untuk para penguasa, semoga bisa menjadikan para penguasa itu lebih adil,” kata Jerinx saat ditemui di Kantor Sony Music Indonesia, Jakarta Pusat.

Disinggung soal judul album Sunset DI Tanah Anarki, menurut Jerinx judul itu yang paling pas untuk menggambarkan 17 materi dalam album ini. “Di Indonesia banyak yang berpikir anarki itu kerusuhan, tapi sesungguhnya anarki itu kemerdekaan, dan kebebasan berpikir. Dan Sunset Di Tanah Anarki artinya tanah yang indah tapi masih belum ada kebebasan,” katanya.

Setelah menjalani serangkaian tur di Jawa, Jerinx dkk akan kembali ke Pulau Dewata untuk meneruskan kegiatan kampanye menolak reklamasi di Bali. ”Semangat untuk menjadi diri sendiri dan tidak takut untuk melawan dan melakukan perubahan merupakan tulang punggung lagu ini. No body is perfect, dan Superman juga bisa mati tetapi Sunset Di Tanah Anarki tak kan pernah mati dan akan tetap menjadi legenda,” kata Jerinx yakin.

Temen nan yuk ..!

Naskah & foto: Natalia S.



Artikel ini merupakan Hak Cipta yang dilindungi Undang Undang - Silahkan Mencopy Content dengan menyertakan Credit atau link website https://tembi.net - Rumah Sejarah dan Budaya


Baca Juga Artikel Lainnya :




Bale Inap Bale Dokumentasi Bale Karya Bale Rupa Yogyakarta