Tembi

Berita-budaya»MUSEUM GEMBIRA LOKA DAN KRATON YOGYAKARTA MASIH TERATAS DALAM MENGGAET PENGUNJUNG

16 Nov 2011 07:37:00

MUSEUM GEMBIRA LOKA DAN KRATON YOGYAKARTA MASIH TERATAS DALAM MENGGAET PENGUNJUNGSelama semester I tahun 2011, dua museum di DIY, yakni Museum Gembira Loka dan Museum Kraton Kasultanan Yogyakartamenempatkan diri dalam perolehan teratas pengunjung museum. Kedua museum tersebut masih mendominasi perolehan pengunjung jika dibandingkan dengan sejumlah museum yang ada di Yogyakarta. Setidaknya ada 35 museum lebih di Yogyakarta, 30 di antaranya telah masuk dalam organisasi museum Badan Musyawarah Musea (Barahmus) DIY. Menurut data yang dikumpulkan oleh Barahmus DIY, jumlah pengunjung Museum Gembira Loka selama semester I tahun 2011 adalah 614.232 orang. Sementara Museum Kraton Kasultanan menempati urutan kedua, yakni 322.086 orang. Urutan ketiga dan keempat, sementara diduduki oleh Museum Monumen Yogya Kembali (Monjali) dan Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta. Sementara itu, museum-museum lain masih menduduki urutan jauh di bawahnya.

Museum Gembira Loka masih menjadi obyek wisata yang menarik, karena di museum ini setidaknya memiliki 186 jenis satwa dan 350 jenis tumbuhan, yang sebagian besar masih hidup.MUSEUM GEMBIRA LOKA DAN KRATON YOGYAKARTA MASIH TERATAS DALAM MENGGAET PENGUNJUNG Itulah sebabnya, masyarakat masih menganggap tempat ini sebagai salah satu lokasi favorit untuk berwisata di setiap tahunnya, terutama di akhir pekan, liburan sekolah, dan liburan hari raya. Selain itu, Gembira Loka juga menjadi favorit karena banyak didukung oleh fasilitas dan tempatnya sangat luas, sekitar 20,4 hektar. Beberapa fasilitas andalan antara lain: laboratorium pendidikan alam (display lab flora dan fauna), arena bermain di air, kereta mini, arena bermain di darat, berfoto dan menunggang hewan, dan sebagainya.

Sementara itu, Museum Kraton Yogyakartamenempati urutan kedua jumah pengunjung karena masyarakat nusantara dan mancanegara masih menganggap kraton ini sebagai salah satu sumber otentik tentang budayaJawa. Di Museum ini, pengunjung bisa melihat-lihat bukti sejarah budayaJawa baik berupa benda tangible (bendawi: bangsal, gedhong, naskah, beteng, batik, kristal, dan sebagainya) maupun intangible (non-bendawi: tari-tarian, adat-istiadat, macapatan, membatik, dan sebagainya). Bahkan untuk semester I ini, di antara empat museum, Museum Kraton Yogyakarta terbanyak dikunjungi oleh wisatawan asing. Dari sekitar 322.506 pengunjung, 40.745 orang di antaranyMUSEUM GEMBIRA LOKA DAN KRATON YOGYAKARTA MASIH TERATAS DALAM MENGGAET PENGUNJUNGa adalah pengunjung asing yang berasal dari berbagai negara, baik dari Eropa, Asia Timur, Australia, Amerika Serikat, dan lainnya. Kiranya Museum Kraton Yogyakarta terus akan mendulang pengunjung, karena obyek wisata ini identik dengan pariwisata Yogyakarta.

Museum Monjali dan Benteng Vredeburg menempati urutan ke-3 dan ke-4 dalam urutan jumlah pengunjung museum di Yogyakarta. Kedua museum berkategori museum sejarah perjuangan ini lebih banyak dikunjungi oleh wisatawan nusantara terutama pelajar. Sementara pengunjung asing boleh dikatakan sedikit. Dari jumlah 144.086 orang di Museum Monjali, hanya ada 189 wisatawan asing atau sekitar 0,13%. Sementara Museum Benteng selama semester I dikunjungi oleh wisatawan asing sebanyak 1.597 orang dari total pengunjung 100.967. Jumlah wisatawan asing ini kira-kira 1,58% dari total pengunjung Museum Benteng Vredeburg.

Dilihat dari kunjungan per bulan, ada kecenderungan terus meningkat hingga pertengahan tahun. Dari data kunjungan keempat museum, bulaMUSEUM GEMBIRA LOKA DAN KRATON YOGYAKARTA MASIH TERATAS DALAM MENGGAET PENGUNJUNGn Juni 2011, total pengunjung ada 363.155 orang. Sementara bulan Mei hanya sebanyak 274.250 orang dan April sebanyak 125.672 orang. Kiranya, bulan Juni merupakan bulan libur panjang sehingga obyek-obyek wisata tersebut banyak dikunjungi oleh wisatawan nusantara dan mancanegara.

Selain keempat museum tersebut, jumlah pengunjung pada museum-museum lainnya belum maksimal. Bahkan masih ada museum yang jumlah pengunjung per bulan kurang dari 100 orang. Untuk itu, peran pemerintah untuk semakin mengenalkan obyek wisata museum masih harus terus dimaksimalkan, apalagi sejak 2010 lalu, pemerintah telah mencanangkan Tahun Kunjung Museum. Diharapkan revitalisasi museum tidak hanya terbatas pada museum-museum besar saja tetapi juga sampai ke museum-museum kecil.

Suwandi



Artikel ini merupakan Hak Cipta yang dilindungi Undang Undang - Silahkan Mencopy Content dengan menyertakan Credit atau link website https://tembi.net - Rumah Sejarah dan Budaya


Baca Juga Artikel Lainnya :




Bale Inap Bale Dokumentasi Bale Karya Bale Rupa Yogyakarta