Godlob Dipentaskan Di Tembi Rumah Budaya

16 Nov 2015

Cerpen ini menarasikan dan menampilkan tokoh-tokoh yang berkubang dalam tragedi kemanusiaan berupa perang. Setting tempatnya adalah medan pertempuran, dengan lingkungan alami yang rusak porak-poranda, mayat-mayat terserak membusuk.

Godlob, salah satu cerpen karya Danarto akan dipentas Rabu, 18 November 2015, pukul 19.00 di Tembi Rumah Budaya, Sewon, Bantul, Yogyakarta. Pertunjukan yang diberi tajuk ‘Pentas Baca’ atau dramatic reading ini sudah beberapa kali diselenggarakan.

Teater Stemka dari Yogyakarta, yang akan mementaskan naskah ini dengan menampilkan beberapa pemain, Yantoro selaku sutradara, Landung Simatupang bertindak sebagai supervisor. Para pemain lainnya, Ami Simatupang selaku narator 1, Savitri Damayanti narator 2. Pritt Timothy memerankan ayah dan ibu diperankan Rere Rully. Selain bertindak sebagai sutradara, Yantoro berperan sebagai anak.

Godlob sempat menggoyang jagad sastra Indonesia menjelang akhir dekade 1960-an. Cerpen ini ditulis bulan Agustus 1967 dan dimuat di majalah sastra Horison edisi Januari 1968.

Cerpen ini menarasikan dan menampilkan tokoh-tokoh yang berkubang dalam tragedi kemanusiaan berupa perang. Setting tempatnya adalah medan pertempuran, dengan lingkungan alami yang rusak porak-poranda, mayat-mayat terserak membusuk. Gerombolan-gerombolan gagak berkaok, berpesta dari tumpukan mayat satu ke tumpukan lain.

Seorang ayah yang menemukan anaknya luka parah semula berniat menyelamatkannya. Anak itu dinaikkan ke gerobak yang ditarik kerbau, dibawa keluar dari medan tempur. Tapi kemudian si ayah, yang sudah kehilangan 3 anaknya yang lain, memutuskan membunuh si anak terakhir ini supaya diakui sebagai pahlawan.

Benar, ia diangkat sebagai pahlawan, dimakamkan dengan upacara militer. Tapi hari berikutnya, ibu si anak menggali kubur itu, membopong si mayat ke depan balai kota, dan membuka kepalsuan serta kebohongan tentang "sang pahlawan".

Danarto dikenal sebagai perintis penulisan magic realism dalam sastra Indonesia, sekaligus pelukis yang merintis seni rupa instalasi. Kiprahnya di dunia seni pertunjukan pun sangat mengesankan. Antara dekade 1960-an sampai pertengahan 1970-an ia menyumbangkan rancangan artistik untuk pergelaran Rendra, Arifin C. Noer dan Sardono W. Kusumo yang membuat publik di Eropa dan Iran terkesima. Kemudian ia menulis lakon untuk teater bentuk baru, Obrog Owok-Owok Ebreg Ewek-ewek (1973). Juga menulis, menyutradarai dan membiayai pergelaran Bel Geduwel Beh yang melibatkan puluhan pemain di TIM tahun 1978.

Ia dilahirkan di Sragen, Jawa Tengah, 27 Juni 1940. Pendidikan formal didapatnya di Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI) Yogyakarta, 1958-1961. Ia mengikuti Iowa Writing Program tahun 1976, dan diundang di Program Penulisan Kreatif oleh The Japan Foundation ke Kyoto pada 1990-1991.

Danarto mendapat penghargaan antara lain dari Majalah Horison untuk satu cerpennya, Penghargaan Buku Utama 1983 dari Dewan Kesenian Jakarta untuk kumpulan cerpen Adam Ma'rifat, Penghargaan dari Pusat Bahasa untuk kumpulan cerpen Berhala, South East Asia (SEA) Write Award 1988 dari Kerajaan Thailand, Cerpen Pilihan Kompas 2002 untuk "Jejak Tanah", dan Satya Lencana Kebudayaan dari Presiden RI pada 2011.

Ons Untoro

Poster publikasi dramatic reading atau pentas baca ‘Godlob’, foto: dok Tembi SENI PERTUNJUKAN

Baca Juga

Artikel Terbaru

  • 17-11-15

    Jakarta Biennale 201

    Gelaran seni rupa dua tahunan Jakarta Biennale kembali hadir, mengusung tema Maju Kena Mundur Kena : Bertindak Sekarang. Jakarta Biennale 2015 ingin... more »
  • 17-11-15

    Aturan Sewa Menyewa

    Buku mengenai aturan sewa menyewa tanah di Kerajaan Surakarta ini memang terlihat sudah lawas. Maklum, buku berbahasa Belanda ini terbitan Yogyakarta... more »
  • 16-11-15

    Godlob Dipentaskan D

    Cerpen ini menarasikan dan menampilkan tokoh-tokoh yang berkubang dalam tragedi kemanusiaan berupa perang. Setting tempatnya adalah medan pertempuran... more »
  • 16-11-15

    Sawitri (2): Meningg

    Sawitri sangat kagum kepada pola pikir serta sikap hidup Setiawan dalam menghadapi tragedi kehidupan. Oleh karenanya dalam hati Sawitri berani... more »
  • 16-11-15

    Peresmian Patung Sap

    Untuk mengenang jasa Sapto Hoedojo, tepat pada hari pahlawan, 10 November 2015, di pelataran Giri Sapto, diresmikan patung Sapto Hoedojo. Patung ini... more »
  • 16-11-15

    Entek Alas Entek Oma

    Peribahasa ini bermaksud menggambarkan keadaan atau situasi tentang orang yang sudah kehabisan kekayaan atau harta sehingga ia tidak punya apa-apa... more »
  • 14-11-15

    Tapa Ngali Sebagai A

    Sebagai awalan dari rencana “merti sungai” oleh warga Dusun Glondong, Kelurahan Pakembinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, yang akan... more »
  • 14-11-15

    Selasa Kliwon Hari B

    Selasa Kliwon, 17 November 2015, kalender Jawa tanggal 4, bulan Sapar, tahun 1949 Jimawal, hari baik untuk berbagai macam keperluan. Namun tidak baik... more »
  • 14-11-15

    Karyawan PT Frisian

    Mereka sangat antusias belajar gamelan. Apalagi masing-masing kelompok, tidak hanya bermain gamelan, tetapi juga mencoba menembangkan syairnya, yaitu... more »
  • 14-11-15

    Museum Sonobudoyo Ul

    Bertepatan dengan hari jadi yang ke-80 tahun di bulan November 2015, Museum Negeri Sonobudoyo Yogyakarta mengadakan program kunjungan gratis sehari... more »