KREASI DI JOGJA TAK ADA MATINYA

Beberapa persimpangan jalan di Jogja sering menjadi ajang kegiatan kreativitas. Titik Nol atau Perempatan Kantor Pos Besar Jogja menjadi salah satu lokasi yang sering digunakan untuk kegiatan demikian itu. Perempatan yang sering disebut sebagai Titik Nol di Jogja ini memang cukup strategis karena keletakannya berada di jantung Kota Jogja. Perempatan ini juga menjadi titik temu empat jalan atau arus besar di Jogja, yakni Jalan A. Yani + Malioboro, Jalan Panembahan Senopati, Keraton Jogja-Alun-alun, Jalan Kyai Haji Ahmad Dahlan.

Selain itu, pada sekitar area Titik Nol ini juga terdapat sederet perkantoran besar. Gedung BI, Kantor Pos Besar, Benteng Vredeburg, Pasar Beringharjo, Gedung Agung (Istana Kepresidenan), Gedung Bank BNI 46, RS PKU Muhammadiyah, dan sebagainya. Kecuali itu trotoar dengan bidang cukup luas juga cukup tersedia di Titik Nol, di samping itu ada pula taman dengan sederet tempat duduk yang relatif nyaman. Tidak aneh jika Titik Nol sering menjadi sasaran kegiatan atau kreativitas. Mulai dari kegiatan berbagu politik, sosial, hingga kesenian (kebudayaan).

Satu titik lain yakni Perempatan Tugu Pal Putih atau Tugu Jogja juga sering menjadi sasaran kegiatan semacam itu. Akan tetapi nuansa yang terbangun di Perempatan Tugu Pal Putih tentu saja berbeda jika dibandingkan dengan Titik Nol. Di Titik Tugu Pal Putih bisa dikatakan tidak ada taman. Deretan kursi nyaris tidak ada. Demikian pun naungan pohon yang cukup rindang seperti di Titik Nol tidak didapatkan di Titik Tugu Pal Putih. Demikian pun trotoar dengan bisang yang relatif luas dengan suasana relatif teduh tidak didapatkan di Titik Tugu Pal Putih.

Sekalipun demikian, Titik Tugu Pal Putih pun dianggap sebagai titik strategis. Perempatan di titik ini menguhubungkan Jalan AM. Sangaji, Jalan Pangsar Jendral Soedirman, Jalan P. Mangkubumi, dan Jl. P. Diponegoro. Di sekitaran perempatan ini juga terdapat sederet tempat kegiatan (bisnis), yakni pertokoan dan perkantoran plus sebuah pasar tradisional.

Oleh karena posisinya yang demikian itu Titik Tugu Pal Putih juga dijadikan salah satu objek sasaran kegiatan kreatif. Baru-baru ini di sisi selatan-timur Titik Tugu Pal Putih ini ditempatkan patuh Punakawan (Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong). Patung-patung tersebut dibuat sedemikan rupa sehingga tampak ekspresi patung itu demikian ceria. Mirip keceriaan para pelancong yang datang ke Jogja dan kemudian berfoto-fotoan di seputaran Tugu Pal Putih. Patung-patung tersebut juga digambarkan sedang berfoto-fotoan. Bahkan di samping patung-patung tersebut diletakkan papan bertuliskan: ”nggoya nggaya rampung. Aku, kotaku OK lagi !”

Kehadiran patung ini mau tidak mau menarik perhatian orang yang melintas di Titik Tugu Pal Putih. Kehadirannya menambah kesemarakan kota Jogja. Ekspresi keceriaannya seolah mengajak warga Jogja untuk ikut cerita, ikut semangat dalam menjalani hari-hari yang harus ditempuh. Tidak bisa dipungkiri kreativitas (budaya-seni) di Jogja demikian marak. Nuansa kreativitas itu terus saja menular dan menjangkiti orang Jogja. Jika Anda tidak ingin terjangkiti virus kreativitas Jogja jangan datang ke Jogja !

a.sartono

KREASI DI JOGJA TAK ADA MATINYA

KREASI DI JOGJA TAK ADA MATINYA KREASI DI JOGJA TAK ADA MATINYA KREASI DI JOGJA TAK ADA MATINYA




Artikel Lainnya :



Bale Inap Bale Dokumentasi Bale Karya Bale Rupa Yogyakarta