Dolanan Layangan-4
(Permainan Anak Tradisional-78)

Dolanan Layangan-4

Jika pada edisi sebelumnya, kita sudah mencoba membuat layangan secara sederhana, maka alat lain yang harus disiapkan adalah benang. Benang atau bolah bisa kita beli di toko atau warung. Biasanya jenis benang jahit yang kuat yang dipakai untuk ngundha layangan. Hanya saja jenis benang ini belum gelasan. Memang harganya lebih murah. Namun sekarang sudah banyak dijumpai benang gelasan, sehingga lebih mudah memperoleh sesuai dengan keinginan. Memang harganya agak mahal.

Bermain layangan, jika tidak memakai benang gelasan akan percuma, jelas pasti akan kalah oleh musuh-musuhnya. Karena benang tanpa gelasan akan mudah putus kena gesekan benang gelasan lawan. Maka sebaiknya jika ngundha layangan harus memakai benang gelasan, agar sewaktu-waktu jika menemui lawan, sudah siap tanding. Selain benang gelasan, sekarang ini juga dijumpai beraneka ragam jenis benang, salah satunya sejenis senar pancing, jadi sangat lentur. Ada juga benang besar. Ini sering dipakai saat ngundha layangan yang berukuran besar, biasanya untuk festival.

Dolanan Layangan-4

Zaman dulu, anak-anak lebih sering membuat benang gelasan sendiri. Bahan yang dipakai adalah pecahan kaca, bisa gelas, semprong, lampu TL, dan sebagainya. Pecahan kaca tersebut ditumbuk hingga sangat halus. Setelah itu disaring dengan kain bekas kaos yang sangat lembut. Jika ada yang belum tersaring, ditumbuk lagi berkali-kali hingga semua tersaring. Setelah itu remukan kaca yang telah tersaring dicampur dengan ancur yang bisa dibeli di toko-toko bangunan. Fungsi ancur untuk melekatkan pada benang. Keduanya dicampur dengan air, kemudian dimasak dengan memakai kaleng bekas. Tidak lupa dicampuri pewarna secukupnya. Apabila sudah mendidih, didinginkan sebentar. Lalu benang dimasukkan ke dalam kaleng hingga bercampur menjadi satu.

Benang mulai diulur. Sebelumnya ditalikan ke salah satu tiang pohon. Kemudian benang diulur mengelilingi 4 pohon hingga benang dalam kaleng habis. Setelah itu benang ditunggu hingga kering. Maka setelah kering, remukan kaca lembut bercampur ancur sudah melekat jadi satu dengan benang. Maka benang yang sudah seperti ini sangat tajam dan mudah melukai tangan dan kulit. Maka saat menggulung ke dalam kaleng harus hati-hati. Namun begitu, dijamin saat dipakai untuk ngundha layangan, akan mudah mengalahkan layangan lawan yang benangya tanpa digelas.

Dolanan Layangan-4

bersambung

Suwandi

Sumber: 33 Permainan Tradisional yang Mendidik, Dani Wardani, 2010, Yogyakarta: Cakrawala; Permainan Tradisional Jawa, Sukirman, 2004, Yogyakarta: Kepel Press; Baoesastra Djawa, WJS. Poerwadarminta, 1939, Batavia; Pengamatan dan Pengalaman Pribadi




Artikel Lainnya :



Bale Inap Bale Dokumentasi Bale Karya Bale Rupa Yogyakarta