Selama Sepekan Ini Orang Wuku Pahang Jangan Pergi ke Arah Selatan (22 - 28 Juni 2014)

Author:editorTembi / Date:21-06-2014 / Orang Wuku Pahang suka berbicara berlebih, cenderung menentang bila merasa benar, mudah curiga hingga amat berhati-hati dalam bekerja. Kadangkala ia mempunyai sifat dengki. Kelebihan Wuku Pahang dapat menjadi pelindung bagi orang yang sedang sakit, serta rela berkorban untuk orang lain.

Kitab Primbon Betaljemur Adammakna adalah kumpulan pengetahuan berdasarkan ‘ilmu titen’ yang berlangsung turun-temurun dalam masyarakat Jawa. Kitab tersebut memuat 337 bab, salah satu diantaranya adalah pengetahuan untuk menghitung, memilah dan memilih hari.

Berdasarkan kitab itu dalam sepekan ini ada 5 hari baik untuk keperluan menyelenggarakan upacara penting dalam keluarga, dengan perincian sebagai berikut:

Minggu Paing, 22 Juni 2014, kalender Jawa tanggal 23 bulan Ruwah tahun 1947 Alip (terhitung mulai Sabtu sore pukul 18.00 s/d Minggu sore pukul 18.00), kurang baik untuk menyelenggarakan upacara penting dan untuk bepergian.

Senin Pon, 23 Juni 2014, kalender Jawa tanggal 24 bulan Ruwah, tahun 1947 Alip (terhitung mulai Minggu sore pukul 18.00 s/d Senin sore pukul 18.00), baik untuk menyelenggarakan upacara penting dan untuk bepergian.

Selasa Wage, 24 Juni 2014, kalender Jawa tanggal 25, bulan Ruwah, tahun 1947 Alip (terhitung mulai Senin sore pukul 18.00 s/d Selasa sore pukul 18.00), tidak baik untuk menyelenggarakan upacara penting, dan untuk bepergian.

Rabu Kliwon, 25 Juni 2014, kalender Jawa tanggal 26, bulan Ruwah, tahun 1947 Alip (terhitung mulai Selasa sore pukul 18.00 s/d Rabu Sore pukul 18.00), baik untuk menyelenggarakan upacara penting dan untuk bepergian.

Kamis Legi, 26 Juni 2014, kalender Jawa tanggal 27, bulan Ruwah, tahun 1947 Alip (terhitung mulai Rabu sore pukul 18.00 s/d Kamis Sore pukul 18.00), baik untuk menyelenggarakan upacara penting, dan untuk bepergian.

Jumat Paing, 27 Juni 2014, kalender Jawa tanggal 28, bulan Ruwah, tahun 1947 Alip (terhitung mulai Kamis sore pukul 18.00 s/d Senin Sore pukul 18.00), baik untuk menyelenggarakan upacara penting dan untuk bepergian.

Sabtu Pon, 28 Juni 2014, kalender Jawa tanggal 29, bulan Ruwah, tahun 1947 Alip (terhitung mulai Jumat sore pukul 18.00 s/d Sabtu sore pukul 18.00), baik untuk menyelenggarakan upacara penting dan untuk bepergian.

Orang yang dilahirkan pada kurun waktu 22 Juni sampai dengan 28 Juni, masuk dalam Wuku Pahang, wuku dengan nomor urut 16.


Penggambaran Wuku Pahang: 
Raden Pahang (kiri) menghadap Batara Tantra 
Pohonnya adalah pohon Gendayakan sebagai perlindungan orang sakit dan teraniaya 
Burungnya adalah burung Cocak artinya banyak bicara 
Jembangan di sebelah kiri menggambarkan, jika tidak hati-hati wuku ini mempunyai 
kecenderungan untuk selingkuh. 
Memegang senjata artinya menonjolkan kekuatannya dan memperlihatkan keberaniannya.

Ciri-ciri orang Wuku Pahang adalah sebagai berikut :

  • Dewa yang menaungi Wuku Pahang adalah Batara Tantra.
  • Sifat dan perwatakannya: suka berbicara berlebih, cenderung menentang bila merasa benar. Mudah curiga hingga amat berhati-hati dalam bekerja. Kadangkala mempunyai sifat dengki.
  • Kelebihan Wuku Pahang dapat menjadi pelindung bagi orang yang sedang sakit, serta rela berkorban untuk orang lain.
  • Bencananya: dianiaya
  • Hari nahas: tidak jelas.
  • Hari baik: tidak jelas

Untuk mencegah agar terhindar dari penganiayaan orang Wuku Pahang perlu mengupayakan slametan. Caranya dengan membuat tumpeng, lauknya daging ayam putih lembaran dan sayuran sebelas macam, disertai doa keselamatan.

Selain itu, setelah slametan, selama 7 hari (22 -28 Juni 2014) yang bersangkutan tidak boleh pergi ke arah Selatan, karena letak Kala berada di Selatan

Herjaka HS

Ensiklopedi Primbon

Latest News

  • 26-06-14

    Vandalisme di Yogyak

    Upaya pembersihan dan pembenahan yang dilakukan pemerintah, pelajar, kelompok-kelompok tertentu, dan warga biasa sering terasa sia-sia karena begitu... more »
  • 26-06-14

    Didik Nini Thowok: L

    Kekhasan Didik adalah tari cross gender, artinya tarian yang dibawakan oleh penari yang jenis kelaminnya berlawanan. Tarian putri dibawakan oleh... more »
  • 26-06-14

    Teka Katon Raine Lun

    Pepatah ini secara lebih luas mengajarkan bahwa hendaknya orang bersikap ksatria, jujur, terbuka, sportif, dan bertanggung jawab. Atau tidak ada yang... more »
  • 25-06-14

    Gule Rakyat yang Ser

    Benar-benar harga rakyat karena untuk seporsi nasi gule hanya dibanderol Rp 4.000 dan secangkir teh Rp 1.000. Jadi untuk sekali makan dan minum di... more »
  • 25-06-14

    Sejarah Perkembangan

    Judul : Sejarah Perkembangan Arsitektur Kota Islam Banten. Suatu Kajian Arsitektural Kota Lama Banten Menjelang Abad XVI sampai dengan Abad XX... more »
  • 25-06-14

    Jose Immanuel Bingun

    Malam itu ada banyak wisatawan asing dan wisatawan Nusantara yang secara khusus menyaksikan pergelaran wayang golek di Tembi. Sebagian dari wisatawan... more »
  • 24-06-14

    Olga Lydia Senang Be

    Artis bedarah oriental Olga Lydia mengaku sangat senang berkunjung ke museum. Tidak hanya museum di dalam negeri, jika ada kesempatan ke luar negeri... more »
  • 24-06-14

    Nisan Panglima Jogod

    Panglima Jogodolok menurut sumber setempat adalah keturunan Majapahit yang mengembara sampai di Cepor dan kemudian tinggal di tempat ini.... more »
  • 24-06-14

    Aroma Of Heaven, Seb

    Film ini menceritakan asal mula kopi yang berkembang di Desa Doro yang terletak di Pekalongan, Jawa Tengah, sampai mengulas tradisi mengunyah biji... more »
  • 23-06-14

    Jembawan Menjadi Ker

    Ramawijaya mengetahui hal ini dan berniat menjatuhkan hukuman kepada adiknya karena telah melakukan perbuatan yang tidak pantas. Namun sebelum orang... more »