12 Perupa Muda Menggelar Cerita Masing masing

Author:editortembi / Date:06-03-2014 / Sebanyak 12 perupa muda itu membuat cerita dengan visual yang berbeda-beda. Tidak semuanya menggunakan kanvas. Ada yang membuat instalasi dan patung, ada juga dalam bentuk drawing. Masing-masing perupa menyajikan kisahnya sendiri-sendiri.

Sleeping, karya Nurwiyanto, salah satu judul lukisan yang dipamerkan di Sangkring Art Project, foto: Ons Untoro
Sleeping, karya Nurwiyanto

Para perupa muda, yang lahir tahun 1989 dan 1990, tidak ingin diam. Mereka ingin menyampaikan kisah cerita, tapi tidak secara oral, tapi melalui karya seni rupa. Karya mereka dipamerkan di Sangkring Art Project, di Nitiprayan, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta pada 26 Februari – 9 Maret 2014, yang diberi tajuk ‘Story telling’.

Sebanyak 12 perupa muda itu membuat cerita dengan visual yang berbeda-beda. Tidak semuanya menggunakan kanvas. Ada yang membuat instalasi dan patung, ada juga dalam bentuk drawing. Masing-masing perupa menyajikan kisahnya sendiri-sendiri.

Melalui karyanya yang berjudul ‘Sleeping’, Nurwiyanto menyajikan sebuah patung menggunakan bahan dari lidi, yang laiknya dipakai untuk membuat sapu. Patung itu berupa seorang perempuan sedang tidur telentang. Warna lidi coklat tak dibungkus warna lain. Dari jauh tidak terlihat sosok perempuan, tetapi hanya tumpukan lidi.

Nurwiyanto melalui ‘Sleeping’ ini agaknya hendak menyampaikan kisah laiknya dongeng sebelum tidur. Melalui visual perempuan yang sedang ‘sleeping’ ia hendak memberi pesan bahwa dongeng sebelum tidur sekarang tidak ada.

Karya Ragil Surya Mega, yang diberi judul ‘Pembawa 1, 2 dan 3’ dan menampilkan tiga sosok laki-laki yang ‘menggendong’ seseorang dengan cara berbeda, dan masing-masing mengenakan pakaian yang tidak sama. Karya ini seakan memberi petunjuk bahwa momentumnya berbeda, tapi dikemas menjadi satu.

Masing-masing ‘pembawa’ berbeda dalam cara ‘menggendong’ mungkin sesuai pengalaman masing-masing. Yang paling unik, pembawa no 3, yang mengendong orang dengan cara ditaruh di pinggang, yang dalam bahasa Jawadisebut dikempit laiknya membawa stop map.

Eksploitasi, karya Lingga Ami dipamerkan dalam tajuk ‘Storytelling’ di Sangkring Artproject, foto: Ons Untoro
Eksploitasi, karya Lingga Ami

Dari segi bentuk dan permainan garis, juga pilihan tema dan persoalan, terlihat sekali para perupa muda ini masih dalam proses mencari, sehingga tingkat kematangannya belum bisa dilihat, tetapi semangat berkaryanya tidak bisa dihalangi. Gejolak untuk berkreasi seperti tidak mau berhenti.

Mieke Natalia, yang memberi catatan pameran menyebutkan bahwa melalui "Story telling" para perupa muda ini menceritakan kembali sebuah cerita. Bercerita, sebuah kebiasaan yang seolah sudah mendarah daging dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari bangun tidur sampai waktu kita akan kembali tidur, kehidupan kita sarat dengan cerita.

“Bercerita tidak hanya dapat dilakukan lewat media lisan saja, tetapi bisa juga dilakukan melalui beragam media lainnya, diantaranya adalah penyampaian cerita melalui media seni,” kata Mieke Natalia.


Suasana Pameran di Sangkring Art Project

Kisah dan visual yang disampaikan dalam pameran ini memang beragam. Ada kisah yang memiliki nada menggugat seperti dalam judul ‘Eksploitasi’ karya Lingga Ami dan ‘Koloni Pengikat masa’ karya Ajar Ardianto. Masing-masing kisah memiliki masa lalunya sendiri, setidaknya masa lalu perupanya, dan coba dikisahkan kembali melalui karyanya dalam konteks kekinian.

Ke-12 perupa muda ini hanyalah sebagian kecil dari jumlah perupa muda seusia lainnya, yang tak berhenti berkarya, dan mungkin malah belum melakukan pameran tunggal. Mereka masih belajar di Fakultas Seni Rupa Institut Seni Indonesia (ISI), Yogya. Semangat kreasinya seperti gelombang yang membutuhkan ruang untuk ekspresi. Maka, ruang pamer di Yogya, apalagi saat pembukaan pameran seni rupa, tak pernah sepi dari anak-anak muda seusia mereka.

Naskah & foto:Ons Untoro

Peristiwa budaya

Post new comment

Latest News

  • 11-03-14

    Langgar Ijo Parangtr

    Situs-Situs Langgar Ijo Parangtritis, Sepi dalam Kesendirian Langgar Ijo merupakan bangunan milik pribadi. Menilik angka tahun yang dituliskan... more »
  • 11-03-14

    Tiga Nama Jalan Diub

    Yogyamu Tiga Nama Jalan Diubah, tapi Nama Jalan Malioboro Tetap Dipertahankan Jalan Malioboro tetap dipertahankan karena nama jalan ini sudah... more »
  • 11-03-14

    Bung Karno Kolektor

    Berita Budaya Bung Karno Kolektor dan Patron Seni Rupa Indonesia Sosok Soekarno sebagai "seniman" tersebut tergambar dalam buku "... more »
  • 10-03-14

    Membuka Jejaring Kom

    Berita Budaya Membuka Jejaring Komunitas Musik Tradisi di Pulau Dewata Di halaman rumah yang berada tepat di samping sungai itulah... more »
  • 10-03-14

    Merasakan Kesejukan

    Berita Budaya Merasakan Kesejukan Hati pada Macapatan Malam Rabu Pon ke-126 Materi tembang diambil dari serat Centhini yang... more »
  • 10-03-14

    Sukarni dalam Kenang

    Resensi Buku Judul : Sukarni dalam Kenangan Teman-temannya Penulis : Sumono Mustoffa (penyunting) Penerbit : Sinar Harapan, 1986, Jakarta... more »
  • 08-03-14

    Kemalangan Orang Wuk

    Primbon Kemalangan Orang Wuku Sinta Jatuh pada Usia Paruh Baya (9 Maret - 15 Maret 2014) Orang Wuku Sinta dapat dijadikan sebagai pelindung,... more »
  • 08-03-14

    Loji Kebon Yogyakart

    Pada tahun 1912 Loji Kebon ini dilengkapi juga dengan apa yang disebut sebagai Societet de Vereniging (Balai Pertemuan) yang menjadi tempat berdansa... more »
  • 07-03-14

    Peresmian Website Te

    Terima kasih berkat doa bapak/ibu website Tembi.net ini berhasil launching. more »
  • 07-03-14

    Dudutan lan Anculan

    Dalam bahasa Indonesia mungkin pepatah ini relatif setara artinya dengan persengkongkolan atau kongkalikong atau patgulipat.   Peribahasa... more »