Sukarni dalam Kenangan Teman-temannya

Tweet data-size="tall" data-annotation="bubble" data-href="https://tembi.net/bale-dokumentasi-resensi-buku/sukarni-dalam-kenangan-teman-temannya"> Author:editortembi / Date:10-03-2014 /

Resensi Buku

Judul : Sukarni dalam Kenangan Teman-temannya
Penulis : Sumono Mustoffa (penyunting)
Penerbit : Sinar Harapan, 1986, Jakarta
Bahasa : Indonesia
Jumlah halaman : 323

Buku ini mengupas pribadi Sukarni berdasarkan pandangan teman-temannya. Banyak sisi-sisi Sukarni yang terungkap, baik kelebihan maupun kekurangannya. Tetapi hampir semua berpendapat, Sukarni adalah orang yang berpendirian keras.

Sukarni dalam Kenangan Teman-temannya

Sukarni adalah salah satu pejuang pergerakan nasional Indonesia. Sukarni berkenalan dengan pergerakan nasional dalam usia yang masih sangat muda yaitu 14 tahun, pada tahun 1930. Ketika itu ia masuk perhimpunan Indonesia Muda. Semenjak itu Sukarni berkembang menjadi seorang pemuda aktivis yang militan dan revolusioner. Sukarni aktif melakukan gerakan politik di bawah tanah.

Aktivitas Sukarni tersebut menyebabkan ia menjadi buronan PID (Politieke Inlichtingen Dienst) ataupun ARD (Algemeene Recherche Dienst), dinas intel pemerintah Hindia Belanda. Karena merasa kurang aman, Sukarni menyamar dan pergi ke Kalimantan pada tahun 1937.

Di tempat baru ini pun Sukarni, yang memakai nama samaran Maidi, diam-diam tetap melakukan pengkaderan. Tetapi pada tahun 1940 penyamaran itu terbongkar. Sukarni ditangkan PID dan dibawa kembali ke Jawa.

Pemerintah kolonial Belanda semula berencana membawa Sukarni (dan aktivis lain) ke Australia agar tidak jatuh ke tangan Jepang. Tetapi rencana tersebut dapat digagalkan oleh Jepang, yang menggantikan Belanda sebagai penjajah di Indonesia.

Pada tahun 1943, Sukarni bersama Chairul Saleh memimpin Asrama Pemuda di Menteng 31. Dari situ Sukarni kembali aktif mengobarkan semangat untuk tetap setia kepada cita-cita kemerdekaan bangsa. Peristiwa yang sangat bersejarah adalah ketika pada tanggal 16 Agustus 1945, Sukarni dan teman-temannya “menculik” Sukarno dan Muhammad Hatta. Dan keesokan harinya, 17 Agustus 1945, proklamasi kemerdekaan Indonesia dikumandangkan.

Buku ini mengupas pribadi Sukarni berdasarkan pandangan teman-temannya. Banyak sisi-sisi Sukarni yang terungkap, baik kelebihan maupun kekurangannya. Tetapi hampir semua berpendapat, Sukarni adalah orang yang berpendirian keras. Bila mempunyai pendapat dan keinginan ia sangat sulit dibantah. Salah satunya adalah dalam peristiwa “penculikan” Sukarno dan Muhammad Hatta tersebut.

Baca yuk ..!

M. Kusalamani

Bale Dokumentasi Resensi Buku

Post new comment

Latest News

  • 15-03-14

    Rabu Pahing Ini Oran

    Primbon Dewa yang menaungi Wuku Landep adalah Batara Mahadewa. Orang Wuku Landhep tajam daya ingatnya, dapat dijadikan sebagai tempat bertanya dan... more »
  • 15-03-14

    Pasinaon Basa Jawa K

    Pasinaon Basa Jawa Memang jika dibandingkan dengan zaman dulu, tataran tutur bahasa Jawa di zaman sekarang lebih ringkas. Kamus Unggah-Ungguh... more »
  • 15-03-14

    Kiat Membaca Cepat d

    Berita Budaya Kegiatan berbahasa meliputi empat komponen pokok, yakni membaca, bicara, menyimak, dan menulis. Untuk urusan membaca sendiri dapat... more »
  • 15-03-14

    Siwur, Alat Dapur da

    Aneka Rupa Namun pada masyarakat Jawa tempo dulu, siwur juga bisa berfungsi lain, yakni sebagai properti untuk membuat nini thowong, pertunjukan... more »
  • 14-03-14

    ARTE 2014 dengan Tem

    Sukses dengan festival pertama ARTE 2013 dengan 32 ribu pengunjung dan ratusan karya yang dikirim para seniman Tanah Air, festival yang digelar untuk... more »
  • 14-03-14

    Riwayat KH Ahmad Dah

    Karena KH Ahmad Dahlan sangat berjasa bagi bangsa Indonesia dan sekaligus seorang tokoh yang ikut dalam pergerakan nasional, maka kisah pribadinya... more »
  • 14-03-14

    Batara Sambu

    Dalam sejarah hidupnya, Batara Sambu pernah turun ke dunia dan menitis kepada Sri Maharaja Maladewa, raja di Negeri Medangprawa, dengan patihnya... more »
  • 14-03-14

    Menu Spesial Maret,

    Gurih yang cukup nyamleng (sempurna) dalam perpaduan rempah yang seimbang serta kenikmatan dan kepuasan perut yang disuguhkan oleh menu ini cukup... more »
  • 13-03-14

    Pentas Lima Tarian S

    Di Aceh tidak hanya ada Tari Saman, ada banyak tarian lain yang tak kalah menarik, unik dan mengandung nilai-nilai budaya. Antara lainTari Ratoeh,... more »
  • 13-03-14

    Menyaksikan Tari Kec

    Menyaksikan Tari Kecak di Uluwatu Saat Senja Hari Di Kompleks Pura Uluwatu yang dibangun sekitar tahun 1032-1036 Masehi oleh Mpu... more »