Sepekan Ini Orang Wuku Manahil Tidak Boleh Pergi ke Arah Timur Laut
(12 Januari - 18 Januari 2014)

Dewa yang menaungi Wuku Manahil adalah Batara Citragatra, rajin, cerdas dan suka berdamai namun sombong. Orang Wuku Manahil perlu menyediakan daging ayam jantan, aneka sayuran dan sambal gepeng.

Kitab Primbon Betaljemur Adammakna adalah kumpulan pengetahuan berdasarkan ‘ilmu titen’ yang berlangsung turun-temurun dalam masyarakat Jawa. Kitab tersebut memuat 337 bab, salah satu diantaranya adalah pengetahuan untuk menghitung, memilah dan memilih hari.

Berdasarkan kitab itu dalam sepekan ini, ada 6 hari baik untuk upacara penting dalam keluarga, dengan perincian sebagai berikut:

Minggu Legi, 12 Januari 2014, kalender Jawatanggal 10, bulan Mulud tahun 1947 Alip, (terhitung mulai Sabtu sore pukul 18.00 s/d Minggu sore pukul 18.00), tanggal nahas di bulan Mulud,tidak baik untuk menyelenggarakan upacara penting dan untuk bepergian.

Senin Paing, 13 Januari 2014, kalender Jawatanggal 11, bulan Mulud tahun 1947 Alip, (terhitung mulai Minggu sore pukul 18.00 s/d Senin sore pukul 18.00),baik untuk menyelenggarakan upacara penting dan untuk bepergian.

Selasa Pon, 14 Januari 2014, kalender Jawatanggal 12, bulan Mulud, tahun 1947 Alip, (terhitung mulai Senin sore pukul 18.00 s/d Selasa sore pukul 18.00),baik untuk menyelenggarakan upacara penting, dan untuk bepergian.

Rabu Wage, 15 Januari 2014, kalender Jawatanggal 13, bulan Mulud, tahun 1947 Alip (terhitung mulai Selasa sore pukul 18.00 s/d Rabu Sore pukul 18.00),baik untuk menyelenggarakan upacara penting dan untuk bepergian

Kamis Kliwon 16 Januari 2014, kalender Jawatanggal 14, bulan Mulud, tahun 1947 Alip (terhitung mulai Rabu sore pukul 18.00 s/d Kamis Sore pukul 18.00),baik untuk menyelenggarakan upacara penting, dan untuk bepergian.

Jumat Legi, 17 Januari 2014, kalender Jawatanggal 15, bulan Mulud, tahun 1947 Alip (terhitung mulai Kamis sore pukul 18.00 s/d Senin Sore pukul 18.00),baik untuk menyelenggarakan upacara penting dan untuk bepergian.

Sabtu Paing, 18 Januari 2014, kalender Jawatanggal 16, bulan Mulud, tahun 1947 Alip (terhitung mulai Jumat sore pukul 18.00 s/d Sabtu sore pukul 18.00),baik untuk menyelenggarakan upacara penting dan untuk bepergian.

Orang yang dilahirkan pada kurun waktu 12 Januari sampai dengan 18 Januari 2014, masuk dalam Wuku Manahil, wuku dengan nomor urut 23.

Sepekan Ini Orang Wuku Manahil Tidak Boleh Pergi ke Arah Timur Laut (12 Januari - 18 Januari 2014)
Raden Manahil menghadap Batara Citragatra.

Batara Citragatra ini mempunyai watak yang angkuh, sombong, gumedhe alias selalu menganggap dan merasa dirinya besar. Senang berkumpul, tetapi besar rasa cemburu dan kecurigaannya. Batara Citragatra membawa tombak ‘ligan’ terhunus, menggambarkan cerdas dan tajam hatinya serta selalu waspada.

Hubungan antara Raden Manahil dan Batara Citragatra ini seperti hubungan antara guru dan murid. Sehingga watak dan perilaku gurunya sebagian besar mempengaruhi muridnya.

Pohonnya adalah pohon atau kayu Tengaron, menggambar watak yang rajin tetapi kurang bermanfaat.

Burungnya adalah Burung Sepahan, menggambarkan perilaku yang gesit, detail, rumit, mudah mencari nafkah tetapi sedikit rejekinya.

Gambar air di tempayan menggambarkan bahwa wuku Manahil senang suasana yang damai, tenang dan menenteramkan.

Untuk mewujudkan suasana yang menyejukkan tersebut orang yang bernaung dalam Wuku Manahil ini selalu menjaga bicaranya dan tingkah lakunya.

Wuku Manahil mudah terjerumus karena kebaikannya, terutama kepada temannya yang sedang mengalami kesusahan.

Dari keseluruhan watak yang ada Wuku Manahil mempunyai :

Kelebihan : tekun, rajin, cerdas dan suka berdamai
Kekurangannya : Sombong, merasa besar sehingga meremehkan orang lain, serta penuh kecurigaan

Hari baik : Minggu Legi
Hari naahs: tidak jelas
Datangnya bencana terkena senjata tajam.

Hal bencana dapat dihindarkan dengan membuat slametan, tujuannya supaya selamat, yaitu dengan menanak nasi ‘lemes’ lauknya daging ayam jantan serta sayuran aneka macam dan sambal gepeng disertai doa keselamatan.

Selain itu, setelah slametan, selama 7 hari (12 – 18 Januari 2014) saat datangnya siklus waktu Wuku Manahil yang berulang setiap 210 hari, yang bersangkutan tidak boleh pergi ke arah Timur Laut, tempat bersemayam bencana yang digambarkan sebagai Batara Kala.

Herjaka HS



Artikel ini merupakan Hak Cipta yang dilindungi Undang Undang - Silahkan Mencopy Content dengan menyertakan Credit atau link website https://tembi.net - Rumah Sejarah dan Budaya


Baca Juga Artikel Lainnya :




Bale Inap Bale Dokumentasi Bale Karya Bale Rupa Yogyakarta