Keris Tangguh Jenggala di Museum Tembi Rumah Budaya

Dari segi kualitas, yang disebut sebagai keris tangguh Jenggala menduduki peringkat yang tinggi. Besi yang digunakan untuk keris berkualitas bagus, demikian pula dalam teknik penempaan pamornya dianggap prima.

Keris Tangguh Jenggala di Museum Tembi Rumah Budaya Yogyakarta, sumber foto: Suwandi/Tembi
Keris-Keris Tangguh Jenggala nan mempesona di Museum Tembi Yogyakarta

Kerajaan Jenggala berada di Jawa Timur sebelum masa kerajaan Singasari yang didirikan oleh Ken Arok pada tahun 1222 Masehi. Dalam ilmu perkerisan ada istilah tangguh Jenggala. Dari segi kualitas, yang disebut sebagai keris tangguh Jenggala menduduki peringkat yang tinggi. Besi yang digunakan untuk keris berkualitas bagus, demikian pula dalam teknik penempaan pamornya dianggap prima.

Demikian tinggi kualitasnya, sehingga keris tangguh Jenggala dianggap jauh lebih tinggi dari pada keris tangguh Segaluh dan Pajajaran. Pernyataan ini menurut Bambang Harsrinuksmo dalam Ensiklopedi Keris halaman 19 yang diterbitkan tahun 2004.

Keris Tangguh Jenggala di Museum Tembi Rumah Budaya Yogyakarta, sumber foto: Suwandi/Tembi
Pamor Meteor pada keris Tangguh Jenggala KJ-21

Masih menurut Ensiklopedi Keris tersebut pada halaman 461, dinyatakan biasanya keris tangguh Jenggala memiliki ciri-ciri sebagai berikut: pasikutannya luwes, birawa, besinya agak kehitaman, berpamor lumer tandes, tetapi ada pula yang mubyar. Ukuran panjang bilahnya agak berlebihan dibanding tangguh lainnya, demikian pula lebar bilahnya, terutama di bagian sor-soran. Luknya luwes merata. Sirah cecak pada ganja bentuknya lonjong memanjang.

Museum Tembi Rumah Budaya Bantul Yogyakarta juga memiliki koleksi keris tangguh Jenggala, sebanyak 4 buah yang dipajang di dalam ruang pamer. Tiga di antaranya mempunyai kode: K-26, KJ-21, dan KJ-40. Masing-masing memiliki keunikan sendiri.

Keris Tangguh Jenggala di Museum Tembi Rumah Budaya Yogyakarta, sumber foto: Suwandi/Tembi
Keris Tangguh Jenggala KJ-40

Keris tangguh Jenggala kode K-26 memiliki ciri-ciri: rangka Gayaman Solo, dapur Brojol, bentuk lurus, dan pamor Sanak. Panjang bilah 31 cm, panjang bilah dengan pegangan 41 cm, dan panjang keseluruhan 50 cm. Pada rangka memiliki serat kayu yang kelihatan sekali, sehingga menambah nilai seni keris ini. Sementara keunikan pamornya terlihat hitam kelam.

Pada keris kode KJ-21 memiliki ciri-ciri: rangka Gayaman Solo, dapur Brojol, bentuk lurus, dan pamor Meteor. Panjang bilah 33 cm, panjang bilah dengan pegangan 43 cm, dan panjang keseluruhan 47 cm. Rangkanya terlihat coklat mengkilat dan pamor Meteornya terlihat jelas.

Keris Tangguh Jenggala di Museum Tembi Rumah Budaya Yogyakarta, sumber foto: Suwandi/Tembi
Ornamen Pendok pada keris Tangguh Jenggala KJ-40

Sementara keris kode KJ-40 memiliki ciri-ciri: rangka Gayaman Solo, dapur Tilam Upih, bentuk lurus, dan pamor Wos Wutah. Panjang bilah 35 cm, panjang bilah dengan pegangan 46 cm, dan panjang keseluruhan 51 cm. Pamor Wos Wutah pada keris ini terlihat jelas dan kelihatan indah sekali. Demikian juga ornamen pendok juga terlihat sangat indah.

Naskah & foto:Suwandi

Sumber: Ensiklopedi Keris, Bambang Harsrinuskmo, 2004, Penerbit Gramedia Pustaka Utama Jakarta.



Artikel ini merupakan Hak Cipta yang dilindungi Undang Undang - Silahkan Mencopy Content dengan menyertakan Credit atau link website https://tembi.net - Rumah Sejarah dan Budaya


Baca Juga Artikel Lainnya :




Bale Inap Bale Dokumentasi Bale Karya Bale Rupa Yogyakarta