PONGPONGAN 'NARUTO'

PONGPONGAN 'NARUTO'Pastilah kita pernah melihat jenis binatang yang dikenal dengan sebutan ‘pongpongan’. Binatang ini tidak menggigit, seperti halnya bekicot, pongpongan kalau berjalan membawa serta rumahnya. Kapan benda di depannya yang dikiranya membahayakan, pada saat pongpongan berjalan, dengan segera akan berhenti dan semubunyi kedalam rumahnya. Sebenarnya, sebagai jenis binatang, pongpongan merupakan binatang yang lucu dan tidak menakutkan.

Anak-anak menyenangi jenis binatang pongpongan itu. Bahkan anak-anak suka bermain pongpongan dengan menaruh binatang kecil itu ditelapak tangan, supaya pongpongan merambat berjalan.

Sekarang kita bisa mengenal pongpongan tidak lagi lusuh dan kotor. Pongpongan ditampilkan dengan penuh warna dan gambar-gambar yang dikenali oleh anak-anak. Ada gambar Naruto di rumah pongpongan. Ada gambar Ipin-Upin dan lainnya. Pendeknya, pongpongan warna-warni member pesona pada anak-anak. Penuh daya tarik. Apalagi, ada rumah-PONGPONGAN 'NARUTO'rumahan warna-warni yang disediakan sebagai ‘kandang’ pongpongan. Artinya, pongpongan diperlakukan sebagai binatang piaraan sekaligus permainan.

Dimana pongpongan bisa didapat?

Ada banyak tempat yang sering dikunjungi penjual pongpongan. Sekolah-sekolah SD dan TK, merupakan lokasi yang utama untuk didatangi. Anak-anak SD menyenangi pongpongan, tidak jarang pongpongan dibawa kemana-mana laiknya binatang piaraan.

Selain disekolah-sekolah, dilokasi wisata seperti pantai, bisa ditemukan penjual pongpongan mangkal. Di pantai Kuwaru Bantul misalnya, seorang penjual pongpongan mengambil lokasi dibawah pohon cemara, dan seringkali dihampiri anak-anak untuk melihat dan biasanya terus meminta untuk dibelikan.

“Bagaimana cara mewarnai pongpongan?”

“DiPONGPONGAN 'NARUTO' sablon” jawab penjual.

Ada puluhan, bahkan mungkin ratusan pongpongan warna wani. Orang yang melihat warna-warni pongpongan mungkin tidak menduga, bahwa benda-benda kecil itu adalah jenis binatang pongpongan.

Berapa harga satu ekor pongpongan?

Tentulah setiap pejual berbeda dalam memberi harga. Juga dilokasi mana berjualan, sehingga harga jualnya terjangkau. Di sekolah SD harga satu ekornya Rp. 2000,- atau ada yang lebih tinggi dari harga itu. Tetapi di pantai Kuwaru, penjualnya mematok harga Rp 5000 untuk jenis pongpongan yang besar dan Rp 5000,- mendapat 3 kor pongpongan kecil.

Rumah warna-warni untuk kandang pongpongan harganya juga berlainan. Yang ukuran besar ditawarkan dengan harga Rp 15.000,-. Yang ukuran kecil ditawarkan dengan harga Rp. 5000,-. Masing-masing rumah denPONGPONGAN 'NARUTO'gan harga sebesar itu belum termasuk pongpongannya. Jadi, masih harus menambah uang untuk membeli pongpongan.

Lalu apa makanan pongpongan itu?

Ternyata hanya mudah sekali makanannya, hanya berupa daun atau buah-buahan. Biasanya, kalau membeli pongpongan berikut rumah warna-warni untuk kandang sekaligus akan diisi makanan daun yang tersedia ditempat penjualnya.

Kita pernah mengenal jenis anak ayam warna-warni yang dijual dipasar-pasar dan anak-anak menyukai ayam warna-warni itu. Sekarang, ketika ayam warna-warni tidak lagi ‘menjamur’, kita sudah ‘ditawari’ binatang warna-warni, yang sebetulnya, modusnya tidak berbeda dengan ayam warna-warni. Binatang warna-warni itu adalah pongpongan.

Ons Untoro




Artikel Lainnya :



Bale Inap Bale Dokumentasi Bale Karya Bale Rupa Yogyakarta