Memilih Kampung

Memilih kampung untuk tempat tinggal yang dipertimbangkan pertama kali adalah lingkungan. Baik lingkungan alamnya maupun lingkungan sosial masyarakatnya. Secara fisik kedua hal tersebut menjadi pertimbangan untuk memilih tempat tinggal. Selain kedua hal fisik tersebut sebenarnya masih ada hal lain yang bersifat non fisik yang menjadi pertimbangan seseorang untuk memilih tempat tinggal. Pertimbangan non fisik ini memakai rumus perhitungan neptu huruf atau huruf yang diangkakan, seperti tertulis dibawah ini:

Ha = 1, Na = 2, Ca = 3, Ra = 4, Ka = 5
Da = 6, Ta = 7, Sa = 8, Wa = 9, La = 10
Pa = 11, Dha = 12, Ja = 13, Ya = 14, Nya = 15
Ma = 16, Ngga = 17, Ba = 18, Tha = 19, Nga = 20

Dengan rumus tersebut sesorang dapat menghitung dan kemudian mengetahui apakah sebuah kampung cocok untuk tempat tinggal bagi dirinya.

Cara menghitungnya adalah sebagai berikut:

Langkah pertama: huruf depan nama kampung dan huruf depan nama orang yang mau tinggal di kampung tersebut diangkakan.

Misalkan, nama: Agus Daldiri, mau tinggal di kampung Parangrejo.

Huruf depan nama Agus Daldiri adalah A atau Ha diangkakan = 1
Huruf depan nama kampung Parangrejo adalah Pa diangkakan = 11

Langkah kedua adalah penjumlahan 1 + 11 = 12

Langkah ketiga adalah pembagian. Jumlah tersebut di bagi 5. (angka lima merupakan rumus) 12 dibagi 5 sama dengan 2 dan sisa 2. Yang menjadi angka kunci adalah angka sisa dari bilangan setelah dibagi 5, yaitu 2

Langkah keempat adalah angka sisa dari pembagian tersebut dinarasikan dengan rumus sebagai berikut: Sisa 1 narasinya adalah: kosong, tidak mempunyai rejeki

Sisa 2 narasinya adalah: mati, sering mengalami kesedihan
Sisa 3 narasinya adalah: harta dunia, banyak rejeki
Sisa 4 narasinya adalah: Pandita, tenteram
Sisa 5 sama artinya dengan bilangan habis dibagi 5, narasinya adalah: Raja, dipuji dihormati di mana-mana

Jadi dengan melihat rumus yang ada sisa angka 2 narasinya adalah: mati, sering mengalami kesedihan. Langkah selanjutnya adalah menghitung huruf belakang nama kampung dan huruf belakang nama orang yang mau tinggal dikampung tersebu :

Huruf belakang nama Agus Daldiri adalah Ri atau Ra diangkakan = 4
Huruf belakang nama kampong Parangrejo adalah jo atai ja, diangkakan = 13

Caranya seperti menghitung angka pada huruf depan nama dan huruf depan kampung yaitu penjumlahan 4 + 13 = 17

Kemudian jumlah tersebut di bagi 5. Ketemu 3 dan sisa 2. Yang menjadi angka kunci adalah sisa angka dari bilangan setelah dibagi 5, yaitu sisa angka 2, dinarasikan = mati, sering mengalami kesedihan.

Dengan hasil perhitungan tersebut dapat diketahui bahwa nama Agus Daldiri tidak cocok tinggal di kampung Parangrejo

herjaka HS

sumber dari kitab Primbon




Artikel Lainnya :



Bale Inap Bale Dokumentasi Bale Karya Bale Rupa Yogyakarta