Agar Terhindar dari Bencana
Orang Wuku Marakeh Perlu Memotong Ayam Putih Mulus
(8 Desember - 14 Desember 2013)

Dewa yang menaungi Wuku Marakeh adalah Batara Surenggana yang ramah, tajam ingatannya dan berani menghadapi kesulitan.

Kitab Primbon Betaljemur Adammakna adalah kumpulan pengetahuan berdasarkan ‘ilmu titen’ yang berlangsung turun-temurun dalam masyarakat Jawa. Kitab tersebut memuat 337 bab, salah satu diantaranya adalah pengetahuan untuk menghitung, memilah dan memilih hari.

Berdasarkan kitab itu dalam sepekan ini, semua hari baik untuk upacara penting dalam keluarga, dengan perincian sebagai berikut:

Minggu Legi, 8 Desember 2013, kalender Jawatanggal 4, bulan Sapar tahun 1947 Alip, (terhitung mulai Sabtu sore pukul 18.00 s/d Minggu sore pukul 18.00),baik untuk menyelenggarakan upacara penting dan untuk bepergian.

Senin Paing, 9 Desember 2013, kalender Jawatanggal 5, bulan Sapar tahun 1947 Alip, (terhitung mulai Minggu sore pukul 18.00 s/d Senin sore pukul 18.00),baik untuk menyelenggarakan upacara penting dan untuk bepergian.

Selasa Pon, 10 Desember 2013, kalender Jawatanggal 6, bulan Sapar, tahun 1947 Alip, (terhitung mulai Senin sore pukul 18.00 s/d Selasa sore pukul 18.00),baik untuk menyelenggarakan upacara penting, dan untuk bepergian.

Rabu Wage, 11 Desember 2013, kalender Jawatanggal 7, bulan Sapar, tahun 1947 Alip (terhitung mulai Selasa sore pukul 18.00 s/d Rabu Sore pukul 18.00),baik untuk menyelenggarakan upacara penting dan untuk bepergian.

Kamis Kliwon, 12 Desember 2013, kalender Jawatanggal 8, bulan Sapar, tahun 1947 Alip (terhitung mulai Rabu sore pukul 18.00 s/d Kamis Sore pukul 18.00),baik untuk menyelenggarakan upacara penting, dan untuk bepergian.

Jumat Legi, 13 Desember 2013, kalender Jawatanggal 9, bulan Sapar, tahun 1947 Alip (terhitung mulai Kamis sore pukul 18.00 s/d Senin Sore pukul 18.00),baik untuk menyelenggarakan upacara penting dan untuk bepergian.

Sabtu Paing, 14 Desember 2013, kalender Jawatanggal 10, bulan Sapar, tahun 1947 Alip (terhitung mulai Jumat sore pukul 18.00 s/d Sabtu sore pukul 18.00),baik untuk menyelenggarakan upacara penting dan untuk bepergian.

Orang yang dilahirkan pada kurun waktu 8 Desember sampai dengan 14 Desember, menurut perhitungan Kitab Primbon Betaljemur Adammakna, masuk dalam Wuku Marakeh, wuku dengan nomor urut 18.

Agar Terhindar dari Bencana Orang Wuku Marakeh Perlu Memotong Ayam Putih Mulus (8 Desember - 14 Desember 2013)
Penggambaran Wuku Marakeh:
Raden Marakeh (kiri) menghadap Batara Surenggana.
Pohonnya adalah pohon Trengguli, kurang bermanfaat.
Umbul-umbul terbalik menggambarkan cepat mendapat kehidupan yang menyenangkan.
Gedhongnya ada di atas, senang menampakkan anugerah Allah.

Ciri-ciri keberuntungannya adalah sebagai berikut :

  • Dewa yang menaungi wuku Marakeh adalah Batara Surenggana, tajam ingatannya, dan berani menghadapi kesulitan.

  • Sifat dan perwatakannya : ramah dalam pergaulan.

  • Kelebihannya : bahagia karena selalu bersyukur atas anugerah yang didapat dalam hidupnya.

  • Bencananya : datang ketika berada dalam perjalanan jauh karena tenggelam atau dianiaya orang.

  • Hari nahas: tidak jelas

  • Hari baik: tidak jelas

Untuk mencegah agar terhindar dari bencana orang Wuku Marakeh perlu mengupayakan slametan, dengan membuat nasi wuduk lauknya daging ayam putih mulus dimasak lembaran dan jadah tukon disertai doa keselamatan.

Selain itu, setelah slametan, selama 7 hari (8 Desember – 14 Desember 2013) yang bersangkutan tidak boleh pergi ke utara tempat bersemayamnya Batara Kala.

Herjaka HS



Artikel ini merupakan Hak Cipta yang dilindungi Undang Undang - Silahkan Mencopy Content dengan menyertakan Credit atau link website https://tembi.net - Rumah Sejarah dan Budaya


Baca Juga Artikel Lainnya :




Bale Inap Bale Dokumentasi Bale Karya Bale Rupa Yogyakarta