Tembi

Bale-dokumentasi-aneka-rupa»SENTRA BATIK DI KABUPATEN BANTUL BATIK (13)

03 Mar 2009 09:33:00

Ensiklopedi

SENTRA BATIK DI KABUPATEN BANTUL
BATIK (13)

Wilayah lain di Bantul, daerah di sebelah selatan Yogyakarta yang merupakan pusat batik adalah Pandak. Daerah yang terletak di sisi barat daya pusat kota Bantul ini terdapat beberapa perajin batik, di antaranya adalah batik yang diproduksi oleh perajin batik Bu Dirjo Sugito, Kelompok Perajin Batik Bu Sri, dan Bu Topo. Beberapa tokoh ini juga banyak memproduksi batik dengan motif khas daerah Bantul dan berkualitas, seperti motif wahyu tumurun, gringsing, cepot, nitik, klithik, liris, galaran, gadhung, kawung, dan ratusan motif lainnya. Bahkan boleh dibilang jumlah motif yang telah diciptakan dan dimodifikasikan di daerah ini mencapai 200-an.

Seperti di daerah lain di Bantul dan Yogyakarta umumnya, untuk menciptakan batik tulis tradisional yang berkualitas di Pandak ini, maka proses pembatikan pun membutuhkan pengerjaan sangat teliti dan yang jelas bahan-bahan pewarna yang digunakan juga pewarna alami, seperti dari tumbuh-tumbuhan yang diambil daunnya (contoh: daun indigo vera), bunga (contoh: bunga samba), maupun akar (contoh: akar pace). Kelebihan memakai pewarna alami tentu agar warna yang muncul pada kain tersebut terlihat lebih lembut dan alami. Selain itu agar warna lebih awet dan tidak mudah pudar, maka saat pencelupan, bahan yang dipakai untuk mencelup adalah kenceng yang terbuat dari logam. Dengan memakai alat ini daya rekat warna pada kain lebih kuat jika dibanding mengunakan bahan lain saat proses pencelupan.

Omset penjualan kerajinan batik tulis tradisional dan batik cap dalam perkembangannya di wilayah ini juga tidak kalah dari wilayah lain, dan bisa mencapai jutaan rupiah perharinya saat-saat ramai. Hal ini bisa dimaklumi, karena untuk harga batik tulis tradisional per lembarnya bisa mencapai ratusan ribu rupiah. Sementara itu penggemar batik juga tidak hanya datang dari wilayah Bantul saja, tetapi sampai luar kota Bantul bahkan luar Yogyakarta. Menurut sebuah sumber, bahkan batik-batik di daerah ini juga digemari oleh para pejabat dari wilayah lain, seperti Jakarta. Selain itu, untuk perusahaan dan toko batik terkenal di kota juga mengambil produk batik dari daerah ini.

Produk-produk batik dari wilayah Kecamatan Pandak ini tidak hanya didominasi kain jarit saja tetapi juga dilengkapi dengan produk-produk lain seperti kain daster, hem, blus, selendang, dan tentunya juga sarung. Selain itu, berbagai ragam pembeli dengan daya beli yang berbeda-beda, membuat produk yang dihasilkan pun bervariasi. Maksudnya, selain memproduksi batik tulis tradisional yang bernilai mahal, maka juga diproduksi batik cap yang harganya agak miring dan terjangkau oleh umum. Jika batik tulis harganya bisa mencapai ratusan ribu per lembar, maka untuk produk batik cap bisa berharga mulai puluhan ribu rupiah hingga ratusan ribu rupiah tergantung bentuk produk. Pembelian untuk umum juga dilayani dari partai besar maupun eceran.

Bisa jadi tempat ini menjadi salah satu alternatif mengenal batik khas lokal, khususnya daerah Bantul agar lebih memperkaya khasanah keberagaman batik-batik di nusantara.

Teks dan foto : Suwandi




Artikel Lainnya :



Bale Inap Bale Dokumentasi Bale Karya Bale Rupa Yogyakarta