Tembi

Yogyakarta-yogyamu»KAMIJORO, PAJANGAN, BANTUL, SALAH SATU SENTRA PENGHASIL EMPING MELINJO

01 Jan 2008 05:33:00

Yogyamu

KAMIJORO, PAJANGAN, BANTUL:
SALAH SATU SENTRA PENGHASIL EMPING MELINJO

Kamijoro adalah salah satu nama dusun di Desa Sendangsari, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Di dusun ini terdapat industri rumah tangga yaitu pembuatan emping. Salah satu pengepul dan pengrajinnya bernama Bapak Ali. Di samping menyediakan emping melinjo Bapak Ali juga menyediakan emping garut, emping ketela dan lempeng ketela. Selain dibuat sendiri dan diburuhkan Bapak Ali juga menerima atau membeli dari masyarakat sekitarnya. Ibu Ali yang diwawancarai Tembi menyatakan produknya tahan sampai dengan 6 bulan karena dijemur sampai kering betul, dan ia hanya menerima produk dengan kualitas baik. Emping dan lempeng tersebut disetorkan ke Pasar Godean dan Pasar Ngijon, selain diambil sendiri oleh pembeli di rumahnya.

Proses pembuatan emping melinjo adalah sebagai berikut: biji melinjo setelah dihilangkan kulit luarnya kemudian digoreng sangan (digoreng tanpa minyak, menggunakan pasir yang bersih). Setelah matang dihilangkan kulitnya yang keras beserta kulit arinya dengan cara dipukul menggunakan batu kecil. Setelah itu dipipihkan di atas selembar plastik dengan alat pemukul, kemudian dijemur. Setelah kering siap dipasarkan. Ibu Ali mengatakan dari 1 kg biji melinjo dengan kualitas bagus bisa dihasilkan emping 0,5 – 0,6 kg.

Sedangkan proses pembuatan emping garut adalah sebagai berikut: kulit garut dibersihkan, dicuci dan dipilih yang bagus kemudian direbus dengan air, setelah matang ditiriskan. Setelah dingin dipotong-potong kecil, kemudian dipipihkan di atas selembar plastik dan terakhir dijemur sampai kering. Untuk emping garut yang berbumbu, maka bumbu diberikan ketika garut direbus. Ibu Ali biasanya membumbui dengan garam dan bawang yang dilembutkan. Sayangnya emping garut ini tidak bisa setiap saat ada, karena buah garut hanya dapat dipanen secara musiman, yaitu pada musim kemarau.

Untuk pembuatan emping ketela sebagai berikut: ketela pohon dikupas dan dibersihkan kemudian airnya dikukus. Setelah matang ketela dilembutkan (dibuat seperti membuat gethuk), kemudian dibuat bundaran-bundaran kecil, setelah itu dipipihkan di atas selembar plastik dan dijemur. Untuk emping ketela yang berbumbu, bumbu dicampurkan ketika ketela dilembutkan. Tinggal memilih mau dibuat pedas atau gurih.

Lempeng ketela pembuatannya lain lagi. Ketela pohon setelah dibersihkan diparut, kemudian diperas untuk memisahkan ampas ketela dengan pathinya. Pathi dijemur atau dikeringkan, sedang ampas ketela direndam air minimal 3 hari. Selama perendaman air diganti setiap pagi dan sore hari. Setelah selesai perendaman, ampas ketela diperas, kemudian dicampurkan dengan pathinya dan diberi bumbu. Setelah itu dibuat bundaran kecil-kecil, dipipihkan sampai tipis sekali di atas selembar plastik, dan terakhir dijemur. Jadilah lempeng ketela. Khusus lempeng, untuk mendapatkan kualitas yang bagus harus segera mendapat sinar matahari pada saat penjemurannya, atau harus segera kering.

Ibu Ali juga menjamin bahwa produknya tidak memakai penyedap buatan pabrik atau vetsin. Anda yang tertarik silakan datang ke Kamijoro, rumah Bapak Ali hanya berseberangan jalan dengan Kantor Kecamatan Pajangan. Sayangnya tidak disediakan emping atau lempeng matang, sehingga Anda harus menggoreng sendiri. Walaupun begitu Anda tidak akan rugi karena membeli dalam jumlah kecil maupun besar harganya tetap harga dasar/harga kulakan.

Teks dan foto: Kusalamani




Artikel Lainnya :



Bale Inap Bale Dokumentasi Bale Karya Bale Rupa Yogyakarta