Guntur Nur Puspito
Tak Ambisi Jadi Pemain Musik Handal

Guntur Nur Puspito Tak Ambisi Jadi Pemain Musik Handal

Seorang ibu bisa menjadi inspirasi siapa saja dalam pekerjaan apapun, nasehat dan dukungan yang luar biasa terhadap anaknya selalu menjadi kekuatan dalam berkarya. Itu juga yang dialami salah satu Dari violinist Sa’Unine String Orchestra, asal Jogjakarta, Guntur Nur Puspito. Sejak kecil, musik sudah bukan hal asing bagi Guntur, memiliki ibu yang aktif sebagai penyanyi band dan kakek seorang musisi keroncong, tak heran bakat musik mengalir dalam darahnya. Dorongan bermain biola datang dari almarhum ayahnya, padahal dulu Guntur sama sekali tak tertarik serius mendalalami alat musik gesek ini. Satu-satunya alat musik yang dirasa sangat pas dengannya sejak SMA adalah gitar. “Saya akhirnya jalani biola meskipun sempat terpikir bermain biola mau jadi apa yaaa,” katanya.

Guntur Nur Puspito Tak Ambisi Jadi Pemain Musik Handal

Dukungan besar keluarga, terutama ibunya akhirnya membawa Guntur semakin serius bermusik dan memilih dunia musik sebagai profesinya sampai sekarang. Tak hanya mahir memainkan berbagai instrumen musik, bakan sejak usia 19 tahun ia sudah bisa mengaransemen beberapa lagu. Dan ketika masuk kuliah di ISI (Institut Seni Indonesia), garapan aransemen musik menjadi awal masuknya pundi-pundi uang ke celengannya. Dengan hanya bermodalkan gitar, tape (kaset), pensil, dan kertas “fullscore” yang dibuat sendiri, kemudian mendengarkan nada-nada dengan seksama, dan kemudian dituliskan kedalam notasi not balok, jadilah sebuah aransemen musik yang baru.

Hobinya ini kemudian tak hanya berhasil menambah penghasilan, proses panjang menyalin dan mentranskip ini sekarang menjadi modal besar Guntur, karena dengan cara itu sedikit banyak ia mengetahui karakter masing-masing instrumen yang terdiri dari beberapa seksi, gesek, tiup kayu, tiup logam, dan perkusi. Bahkan ia sempat belajar memecah suara vokal menjadi paduan suara. “Secara formal kebetulan saya ada mata kuliah aransemen musik remaja, tapi diluar itu saya belajar sendiri, juga banyak bertanya pada mas Singgih Sanjaya mengenai tehnik aransemen,” ujar pria kelahiran 22 Oktober 1981 ini.

Guntur Nur Puspito Tak Ambisi Jadi Pemain Musik Handal

Selain aktif mengisi string dari beberapa orkestra tanah air, saat ini Guntur aktif sebagai bagian dari Sa’Unine String Orchestra. Yang baginya bukan hanya sekedar kelompok musik, tetapi rumah yang nyaman sebagai keluarga, juga banyak memberikan inspirasi dalam bermusik. Sebuah inspirasi yang akhirnya membawa Guntur mengisi salah satu lagu dalam album Sa’Unine yang berjudul “Oa Oa”. Sebuah lagu pengantar tidur dari daerahnya sendiri, Sulawesi. “Inspirasi saya dalam lagu ini adalah cerminan saya sebagai seorang ayah yang menggambarkan kegelisahan hati, sedih, sunyi yang pada akhirnya diakhiri dengan pergantian tempo yang diartikan perjumpaan yang menggembirakan. Untuk lagu ini saya sangat berterima kasih kepada teman-teman Sa’Unine juga om Noer Tembi yang sudah memberikan kepercayaan untuk mengarasmen lagu ini, juga kepada ” tuturnya.

Sebuah paguyuban yang dibangun atas dasar kekeluargaan yang didapatnya di Sa’Unine String Orchesra, memang sangat berarti dalam perjalanan karir musik seorang Guntur. Keinginan untuk tetap terus menikmati musik dan memainkan musik itu sendiri akhirnya memunculkan ambisi Guntur yang lain yaitu memiliki home band dan orkestra sendiri. “Saya nggak mau ambisi menjadi pemain instrumen yang hebat atau handal. Tetapi saya akan terus berusaha membuat musik yang bagus dan enak didengar juga diterima oleh pendengar, amiiiin,” tutupnya.

Guntur Nur Puspito Tak Ambisi Jadi Pemain Musik Handal

Temen nan yuk ..!

Natalia.S




Artikel Lainnya :



Bale Inap Bale Dokumentasi Bale Karya Bale Rupa Yogyakarta