Tembi

Berita-budaya»KALI CODE JOGJA

17 Oct 2011 08:39:00

KALI CODE JOGJATerkadang sering alpa untuk disebut kapan berada di Jogja. Yang seringkali, bahkan tidak dilupakan, mengunjungi Malioboro dan Tugu. Padahal ada satu ikon kultural lain yang sekarang semakin akrab dengan publik, yakni kali Code, atau sungai Code. Sungai ini membentang dari Merapi sampai laut selatan dan melewati tiga wilayah, yakni Kabupaten Sleman, Pemerintah Kota Jogja dan Kabupaten Bantul.

Kita juga tahu, sungai Code, atau kali Code ini ‘membelah’ kota Jogja, dan di sebelah barat dan timur ada dua kerajaan. Disebalah barat ada Kraton Jogjakarta dan disebelah timur ada Kraton Pura Pakualaman. Artinya, sungai ini sekaligus telah menandai ‘dua kekuasaan’ yang bertahta di Jogjakarta.

Namun, kita tidak akan melihat dua ranah kekuasaan itu. Kita lebih melihat bagaimana kali Code sekarang telah menjadi tanda kultural bagi warga Jogja, dan ada aktivitas yang dilakukan masyarakat disekitar sungai code. Selain dibantaran sungai Code ada banyak pemukiman, sekarang banyak kuliner yang membuka ruang-ruang kuliner di tepian sungai Code.

Tahun 1980-an, Romo Mangunwijaya (telah) membangun pemukiman bagi warga yang tinggal di bantaran sungai Code dan oleh pemerintah warga yang tinggal di bantaran sungai Code, khususnya di bawah jembatan sungai Code di jalan Jendral Sudirman, akan digusur dan Romo Mangun membela warga masyarakat yang akan digusur.KALI CODE JOGJASejak itulah, sungai Code semakin dikenal luas, bukan hanya sungainya, melainkan segala aktivitas yang dilakukan bagi warga yang tinggal di sungai Code dikenal luas oleh masyarakat. Pembelaan Romo Mangun berhasil. Sampai sekarang, warga yang tinggal di bantaran sungai Code tidak digusur.

Salah satu jembatan sungai Code yang selalu ramai, hampir setiap malam, ialah jembatan Code di jalan Jendral Sudirman. Letaknya hanya beberpa ratus meter dari Tugu Jogja. Anak-anak muda, saban malam pada nongkrong di tepian jembatan Code ini, dan hanya nongkrong. Muda-mudi seperti menikmati duduk lesehan di trotoar jembatan Code jalan Jendral Sudirman. Di trotoar sepanjang jembatan ini tidak ada pedagang kaki lima yang mangkal. Hanya setelah melewati trotoar jembatan, di trotoar lain disepanjang jalan Jendral Sudirman, banyak pedagang kaki lima mangkal.

Di trotoar jembatan Code ini, anak-anak muda menikmati Jogja malam hari. Tidak jarang mereka berpose dan diambil dengan kamera digital. Trotoar jembatan Code jalan Jendral Sudirman ini sekarang menjadi ruang publik. Siapa saja boleh ‘hadir’ di ruang ini tanpa dipungut biaya. Hanya saja, yang harus diperhatikan adalah menjagaKALI CODE JOGJAkebersihan disekitarnya. Tidak boleh membuang sampah seenaknya.

Di pinggiran sungai Code, di kawasan Kotabaru ada banyak warung mangkal, sehingga siapa saja bisa menikmati kuliner sembari melihat suasana sekitar sungai Code malam hari. Dari tempat kuliner ini pula bisa ‘menikmati’ kerlap-kerlip lampu yang ‘menghidupkan’ suasana sungai Code malam hari.

Sungai Code, yang pada tahun 1970-an sampai 1980-an sangat kotor. Sampah bertebaran di sungai, karena warga masyarakat membuang sampah di sungai ini. Sekarang, sungai Code telah menjadi tanda kultural. Warga kampung ditepian sungai Code ikut merawat sungai agar bersih dan enak dilihat dan dinikmati. Maka, aspek wisata sungai Code menjadi pilihan wisata sungai di tengah kota. Bahkan, ada ritual yang disebut sebagai merti Code untuk menarik wisatawan agar menikmati sungai Code.

Artinya, warga masyarakat yang tinggal di tepi sungai Code sudah menyadari, bahwa tinggal di bantaran sungai atau tinggal disekitar sungai Code, harus ikut menjaga sungai Code supaya tetap bersih. Warga harus ikut menjaga sungai Code agar airnya tidak sering meluap lan taran sampah menumpuk. Dengan demikian warga telah memaknai sungai Code secara kultural, dan sekaligus mempunyai nilai ekonomi dan sosial. Jadi, yang utama, memaknai sungai Code secara kultural agar bagaimana sungai bisa terasa ‘hidup’ di tengah masyarakat.

Kini, sungai Code Jogja telah menjadi tanda kultural di Jogja.

Ons Untoro




Artikel Lainnya :



Bale Inap Bale Dokumentasi Bale Karya Bale Rupa Yogyakarta