Kisah Perlawanan Pangeran Mangkubumi Terhadap Belanda

23 Oct 2015

Kurang lebih setengah dari buku ini membahas perlawanan Pangeran Mangkubumi terhadap Belanda, dan cara-cara Belanda mengatasi perlawanan tersebut. Separuhnya lagi membahas tentang denah dan bangunan-bangunan yang ada di keraton Yogyakarta berikut fungsinya.

Judul : Sejarah Keraton Yogyakarta 
Penulis : Ki Sabdacarakatama 
Penerbit : Narasi, 1999, Yogyakarta 
Bahasa : Indonesia 
Jumlah halaman : vii + 220

Bendara Raden Mas Sujono, yang kemudian bergelar Bendara Pangeran Harya Mangkubumi adalah pendiri Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Setelah menjadi sultan atau raja, ia bergelar Sultan Hamengku Buwono I. Pangeran Mangkubumi berhasil menjadi raja setelah melalui perjuangan panjang dan tidak kenal menyerah.

Perlawanan Pangeran Mangkubumi ini, menurut versi Belanda adalah perang suksesi atau perebutan kekuasaan di Kasunanan Surakarta (antara Pangeran Mangkubumi dan Sunan Paku Buwono II). Tetapi menurut versi Jawa adalah perjuangan mengusir kaum penjajah, terutama untuk membatalkan Perjanjian Ponorogo yang mengikat kedaulatan Kasunanan. Secara diam-diam sebenarnya Paku Buwono II mendukung perlawanan tersebut. Pangeran Mangkubumi adalah seorang yang ahli dalam siasat perang, berkali-kali ia menang dalam pertempuran dan membuat Belanda malu.

Perang ini berakhir setelah ditandatangani Perjanjian Giyanti, 13 Februari 1775. Itu pun setelah melalui perundingan yang alot, dan tuntutan Pangeran Mangkubumi dikabulkan Belanda. Isi perjanjian tersebut yang utama adalah membagi kerajaan menjadi dua. Yang pertama tetap dikuasai Paku Buwono III, dengan ibukota Surakarta. Dan yang kedua menjadi milik Pangeran Mangkubumi. Pangeran Mangkubumi kemudian membangun keraton dan kotanya, yang kemudian disebut Ngayogyakarta Hadiningrat.

Kurang lebih setengah dari buku ini membahas perlawanan Pangeran Mangkubumi terhadap Belanda, dan cara-cara Belanda mengatasi perlawanan tersebut. Separuhnya lagi membahas tentang denah dan bangunan-bangunan yang ada di keraton Yogyakarta berikut fungsinya.

Kusalamani

EDUKASI

Baca Juga

Artikel Terbaru

  • 24-10-15

    Atien Kisam, Guru Si

    Ayahnya juga merupakan keturunan dari seniman Betawi tempo dulu Djiun, hasil perkawinannya dengan Mak’ Kinang yang berprofesi sebagai penari. Bisa... more »
  • 24-10-15

    Senin Pon Hari Tidak

    Penghitungan hari jenis ini disebut perhitungan Panca Suda, yang menentukan risiko baik atau buruk dari arah kita bepergian. Senin Pon, 26 Oktober... more »
  • 24-10-15

    Sound of Nature=Soun

    Karya Jerry yang dibingkai dalam tema Sound of Nature=Sound of God ini banyak menggunakan ungkapan visual yang metaforik atau bahasa simbol. Dari... more »
  • 23-10-15

    Denmas Bekel 23 Okto

    Denmas Bekel 23 Oktober 2015 more »
  • 23-10-15

    SMP Mondial Semarang

    Mereka sama sekali belum pernah memainkan kesenian tradisional Jawa ini. Jadi wajar mereka terlihat begitu heran melihat banyaknya instrumen gamelan... more »
  • 23-10-15

    Kisah Perlawanan Pan

    Kurang lebih setengah dari buku ini membahas perlawanan Pangeran Mangkubumi terhadap Belanda, dan cara-cara Belanda mengatasi perlawanan tersebut.... more »
  • 22-10-15

    Penyerahan Hadiah Lo

    Lomba yang diikuti oleh 48 fotografer dengan jumlah karya sebanyak 175 foto ini akhirnya menghasilkan juara I-III, juara harapan I-III, 5 foto... more »
  • 22-10-15

    Penyair Pekerja Migr

    Meski tinggal di Singapura, Melur Seruni aktif merespon kegiatan Sastra Bulan Purnama melalui Facebook. Apalagi Melur, melalui akun Facebook-nya,... more »
  • 22-10-15

    Buku Pelajaran Temba

    Meski Jepang hanya menjajah tanah Indonesia selama kurang lebih tiga setengah tahun, pemerintah penjajah ini masih sempat mengurusi bidang pendidikan... more »
  • 21-10-15

    Slank Ingin Bawa Reo

    Jakarta menjadi kota ke-3 dalam rangkaian konser Slank 10 kota bertajuk ‘Reog & Roll’. Membawa konsep baru dalam konsernya, Slank menyuguhkan... more »