Buku Tentang Asal-usul Wayang

12 Oct 2015

Melalui buku ini penulis menjelaskan tentang asal-usul wayang, perkembangan serta fungsinya. Tampak jelas bahwa kebudayaan Hindu memberi pengaruh yang besar, walaupun tidak menghilangkan semua unsur aslinya.

Judul : Kawruh Asalipun Ringgit sarta Gegepokanipun kaliyan Agami ing Jaman Kina 
Penulis : Dr. G.A.J. Hazeu, Sumarsana, Hardjana HP 
Penerbit : Depdikbud, 1979, Jakarta 
Bahasa : Indonesia dan Jawa 
Jumlah halaman : 211

Sudah sejak lama masyarakat Jawa mengenal adanya tontonan wayang. Wayang berasal dari bahasa Jawa yang artinya sama dengan bayangan, samar-samar. Karena pada waktu wayang purwa, yang terbuat dari kulit, dimainkan akan terlihat adannya bayangan (bila dilihat dari belakang kelir). Hal ini menyebabkan wayang purwa lebih dikenal dengan sebutan “wayang kulit”.

Setelah wayang kulit purwa menjadi tontonan dan sebutan umum di masyarakat, istilah wayang juga dipakai untuk menyebut tontonan yang “mirip” wayang kulit. Seperti wayang golek, wayang beber, wayang gedog, wayang orang bahkan wayang topeng. Setiap wayang mempunyai asal-usul dan sejarah tersendiri, demikian pula cerita yang dibawakan. Diperkirakan wayang sudah ada sejak sebelum masuknya kebudayan Hindu.

Pertunjukan wayang pada masa lalu bukan hanya sekadar tontonan, tapi juga mempunyai fungsi religius. Hal ini dibuktikan dengan adanya sesajian, ritual-ritual yang harus dilakukan dalang, mantra-mantra yang dipakai dan lain-lain.

Melalui buku ini penulis menjelaskan tentang asal-usul wayang, perkembangan serta fungsinya. Tampak jelas bahwa kebudayaan Hindu memberi pengaruh yang besar, walaupun tidak menghilangkan semua unsur aslinya.

Kusalamani

EDUKASI

Baca Juga

Artikel Terbaru

  • 17-10-15

    Roro Mendut, Ketangg

    Sanggar seni Universitas Sanata Dharma Yogyakarta mengangkat kisah Roro Mendut dimaksudkan untuk menyampaikan pesan kepada anak muda agar memiliki... more »
  • 17-10-15

    Tari Edan-edanan Mus

    Tari Edan-edanan itu mengiringi penampilan “Loro Bonyo”, sepasang pangantin yang naik andong. Sepasang pengantin yang mengenakan busana pengantin... more »
  • 17-10-15

    Minggu Kliwon Hari B

    Penghitungan hari jenis ini disebut perhitungan Panca Suda, yang menentukan risiko baik atau buruk dari arah kita bepergian. Minggu Kliwon, 18... more »
  • 17-10-15

    Sapa Serakah Ora Ber

    Pepatah ini menjadi semacam peringatan akan perilaku, niatan, tindakan, dan perbuatan orang supaya tidak serakah karena keserakahan tidak akan... more »
  • 16-10-15

    Kisah Kelahiran Dasa

    Dengan membaca cerita dalam buku ini kita akan lebih mengetahui pedalangan gaya Jawa Timuran dan perbedaannya dengan gaya daerah lain. Judul :... more »
  • 16-10-15

    Wanto Tirta Penyair

    Selain menulis puisi Wanto juga menulis geguritan, yaitu puisi bahasa Jawa. Jadi, dia penyair sekaligus penggurit. Tapi, agaknya, ia lebih tekun... more »
  • 16-10-15

    Wayang Bocor Tawarka

    Jangan bayangkan bentuk wayang kulit tradisional Jawa dengan segala bentuk lekuknya, pada pertunjukan Wayang Bocor. Di tangan Eko Nugroho bentuk... more »
  • 15-10-15

    Pohon Lontar Yang Mu

    Manfaat pohon lontar di samping dapat disadap niranya untuk bahan pembuatan gula dan tuak, buah mudanya pun enak disantap, campuran minuman, dan lain... more »
  • 15-10-15

    Pelajar Global Schoo

    Ada beberapa kegiatan budaya yang mereka praktekkan secara langsung, baik di lahan terbuka maupun di dalam ruangan. Praktek di lahan terbuka berupa “... more »
  • 13-10-15

    Buku Lawas Tentang K

    Ini tergolong naskah kuno, terbitan Kolf Buning, 1929. Buku yang menjadi koleksi Perpustakaan Tembi ini berisi tentang gugurnya raja Bukbis (salah... more »