Irus, Alat Dapur yang Terus Bermetamorfosis (1)

Irus tradisional hingga saat ini masih tetap eksis dan banyak dijumpai di pasar-pasar tradisional, warung tradisional hingga pasar swalayan. Keberadaan irus tradisional bersaing dengan irus-irus buatan baru dari bahan yang lebih awet.

Seri Alat dapur masyarakat Jawa, sumber foto: Suwandi/Tembi
Irus Tradisional koleksi Museum Tembi Rumah Budaya

Alat dapur yang fungsinya untuk mengaduk dan mengambil sayuran yang sedang diolah disebut irus. Alat ini tidak pernah absen dan pasti ada di setiap dapur rumah tangga di masyarakat pedesaan dan perkotaan. Namun saat ini tentu saja bahan untuk membuat irus sudah banyak mengalami perubahan sesuai dengan perkembangan teknologi.

Irus tradisional yang dikenal oleh masyarakat Jawabiasanya terbuat dari tempurung kelapa. Bahan lain yang digunakan untuk membuat irus adalah bambu atau kayu, serta tali. Namun saat ini sudah banyak dijumpai irus dalam berbagai bahan lain seperti plastik, melamin, dan logam.

Irus tradisional hingga saat ini masih tetap eksis dan banyak dijumpai di pasar-pasar tradisional, warung tradisional hingga pasar swalayan. Keberadaan irus tradisional bersaing dengan irus-irus buatan baru dari bahan yang lebih awet. Namun, bukan berarti irus tradisional kalah bersaing dengan irus berbahan lebih modern.

Irus tradisional dibuat dengan cara sederhana, dan termasuk produksi olahan rumah tangga skala kecil. Para perajin hanya membutuhkan bahan baku tempurung kelapa yang sudah dihaluskan. Tempurung yang digunakan untuk membuat sebuah irus kecil hanya sebesar sekitar 1/6 sebuah tempurung kelapa utuh. Sedangkan untuk membuat sebuah irus besar memang harus membutuhkan setengah tempurung kelapa utuh.

Selain tempurung kelapa yang tanpa cacat (retak), para perajin juga membutuhkan bambu atau kayu sebagai pegangan irus. Stik dari bambu atau kayu tersebut dibuat sebesar ibu jari dengan panjang sekitar 20—60 cm, tergantung ukuran besar kecil irusnya. Sekarang sudah banyak dijumpai industri rumah tangga yang menggunakan mesin bubut untuk menghaluskan tempurung kelapa dan pegangannya.

Ukuran irus ada beragam, sesuai dengan kebutuhan dengan rentang harga Rp 1.500— Rp 5.000. Irus yang terbuat dari logam, seperti dari stenlis, tentulah lebih mahal harganya.

Agar awet tentu irus harus disimpan dengan baik. Bagaimana cara merawat irus agar awet, bisa disimak pada edisi selanjutnya.

Naskah & foto:Suwandi



Artikel ini merupakan Hak Cipta yang dilindungi Undang Undang - Silahkan Mencopy Content dengan menyertakan Credit atau link website https://tembi.net - Rumah Sejarah dan Budaya


Baca Juga Artikel Lainnya :




Bale Inap Bale Dokumentasi Bale Karya Bale Rupa Yogyakarta