Rendang Jawa Ala Majalah Kajawen 1936

Author:editorTembi / Date:18-07-2014 / Resep masakan tradisional Jawa di majalah ini ditulis oleh Pujirah dalam rubrik “Jagading Wanita”. Isi Majalah Kajawen tersebut sekitar 90 % ditulis dengan aksara dan bahasa Jawa. Selebihnya ditulis dengan huruf Latin berbahasa Melayu.

Rendang Jawa Ala Majalah Kajawen 1936, sumber foto: www.food.detik.com
Kover Majalah Jawa Kajawen

Kuliner Nusantara, termasuk masakan tradisional Jawa, tidak hanya banyak dikenal pada masa kini saja. Jauh sebelum Indonesia merdeka, masakan-masakan tradisional Jawa sudah banyak ditulis di naskah-naskah kuno, termasuk Serat Centhini yang dibuat tahun 1814 Masehi oleh Pujangga Keraton Kasunanan Surakarta dan juga pernah dimuat di majalah beraksara dan berbahasa Jawa bernama Kajawen tahun 1936 yang terbit di Batavia (sekarang, Jakarta).

Resep masakan tradisional Jawa di majalah ini ditulis oleh Pujirah dalam rubrik “Jagading Wanita”. Isi Majalah Kajawen tersebut sekitar 90 % ditulis dengan aksara dan bahasa Jawa. Selebihnya ditulis dengan huruf Latin berbahasa Melayu. Jadi, anak sekarang mungkin sudah tidak banyak yang bisa membaca majalah ini.

Rendang Jawa Ala Majalah Kajawen 1936, sumber foto: www.food.detik.com
Penulis Pujirah dan tulisan resepnya

Salah satu resep yang ditulis oleh Pujirah adalah masakan rendang Jawa yaitu “Terik Garing Daging Lembu”. Seperti resep-resep masakan yang lain, di majalah ini disebutkan bumbu-bumbu untuk membuat masakan tradisional tersebut antara lain: bawang merah, bawang putih, (keduanya diiris sebanyak 5 sendok makan), parutan kelapa tua 1 butir, kemiri 10 biji, ketumbar jinten 1,5 sendok teh, mrica 7 biji, asam secukupnya, jahe 2 iris, kunyit 2 iris, laos 3 iris, salam 3 lembar, irisan gula jawa 3 sendok teh, dan garam secukupnya.

Sementara bahan pokok adalah daging sapi berkualitas bagus seberat 1 kati (= 0,6 kg). Pada keterangan berikutnya dijelaskan mengenai cara pengolahannya. Dalam naskah tersebut dijelaskan, “Bumbu kauleg ingkang alus”. Artinya bumbu ditumbuk sampai halus, kemudian dicampur salam laos. Daging sapi yang telah diiris-iris sesuai selera dicampur dengan bumbu yang telah dihaluskan tadi. Selanjutnya digongso atau ditumis dengan minyak klentik selama 4 menit. Kalau sekarang pakai minyak sayur atau minyak goreng, secukupnya.

Rendang Jawa Ala Majalah Kajawen 1936, sumber foto: www.food.detik.com
Rendang Jawa atau dendeng

Lalu, santan kental yang telah diberi salam laos, dipanaskan menggunakan wajan atau panci. Jika telah mendidih, daging yang telah “diuleni” bumbu dimasukkan ke dalam wajan atau panci sambil diaduk-aduk terus hingga kuahnya habis. Jika kuah sudah mulai habis, cara mengaduknya sebaiknya memakai susruk penggorengan. Jika masakan sudah mulai mengeluarkan minyak kelapa berwarna kuning, masakan diangkat dan telah matang. Masakan yang telah masak itu menyerupai dendeng ragi. Masakan seperti itu bisa menjadi masakan kering yang awet dan tahan lama.

Itulah salah satu resep masakan tradisional Jawa yang ditulis oleh Pujirah di Majalah Kajawen terbitan tahun 1936. Selain itu, masih ada 3 resep masakan tradisional yang lain, yang ditulis oleh Pujirah, yaitu: “Sambel Goreng Taoco”, “Gudheg Nanas”, dan “Sambel Goreng Blimbing”.

Baca yuk ..!

Naskah dan foto:Suwandi

Bale Dokumentasi Naskah Kuno

Latest News

  • 19-07-14

    Orang Wuku Medhangku

    Orang wuku Medhangkungan pandai bicara, mantap pendiriannya, penuh syukur, besar rasa kebersamaannya. Ia juga hemat dan pandai mengatur ekonomi.... more »
  • 19-07-14

    I Gusti Ngurah Rai P

    Pada pertempuran 20 November 1946 itu, akhirnya I Gusti Ngurah Rai bersama dengan teman-temannya yang berjumlah 1.372 orang, gugur di medan perang... more »
  • 19-07-14

    KURSUS MACAPAT DURMA

    Pada bagian ini, serat Centhini mengisahkan kehidupan warok di daerah sekitar Ponorogo. Yaitu kebiasaan para warok memamerkan kesaktian di hadapan... more »
  • 19-07-14

    Richard Irwin Meyer,

    Sejak memutuskan untuk menjadi seniman Indonesia, ia meninggalkan posisi sebelumnya sebagai art historian. Hal tersebut dilakukan karena ia sudah... more »
  • 18-07-14

    Rendang Jawa Ala Maj

    Resep masakan tradisional Jawa di majalah ini ditulis oleh Pujirah dalam rubrik “Jagading Wanita”. Isi Majalah Kajawen tersebut sekitar 90 % ditulis... more »
  • 18-07-14

    Misteri Perempuan An

    Cara dan konsep visualiasi karya-karya Angga ini menunjukkan kepekaannya terhadap perempuan. Ia menyadari kemisteriusan perempuan, dan mencoba... more »
  • 18-07-14

    Rainforest Music Fes

    Hentakan kaki yang keras, tepukan tubuh yang berirama ditambah nyanyian keras menjadi kekuatan tarian perang suku Maori, Selandia Baru. Juluran lidah... more »
  • 17-07-14

    Ada Banyak Keris Tan

    Pada zaman Mataram Islam banyak terdapat empu-empu pembuat keris yang ampuh dan terkenal, antara lain Arya Japan, Ki Guling, Ki Nom, Ki Legi, Ki... more »
  • 17-07-14

    Maraknya Tapis Lampu

    Judul : Maraknya Tapis Lampung: Dahulu dan Kini The Splendor of Lampung Tapis: Then and Now Penulis : Judi Achjadi, Benny Gratha Penerbit :... more »
  • 17-07-14

    Tiba Musim Hujan di

    Pameran yang diberi tajuk ‘Threesome’ ini menampilkan tiga perupa dari generasi yang sama, lahir tahun 1980-an. Pada usia 30-an tahun, mereka tampil... more »