Siswa Sekolah Kristen Pertama di Ambarawa

Author:editorTembi / Date:27-06-2014 / Anak-anak yang terlihat dalam foto tersebut merupakan muri sekolah di Kaliceret, Salatiga. Waktu itu sekolah yang dibuka oleh para misionaris ini disebut dengan sekolah Angka Loro (sering dituliskan Ongko Loro) yang dapat diartikan sebagai Sekolah Dasar Kelas Dua.

Siswa Sekolah Kristen Pertama di Ambarawa

Berikut ini adalah foto anak-anak sekolah misi di Salatiga, Jawa Tengah, yang berbaris dengan rapi serta berpakaian rapi pula. Pada foto tersebut tampak bahwa semua anak mengenakan pakaian tradisional Jawa yang kala itu merupakan pakaian harian mereka.

Anak-anak pria umumnya mengenakan penutup kepala (iket), baju lengan panjang (surjan) dan kain. Sementara untuk anak putri umumnya juga mengenakan baju lengan panjang (kebaya), dengan rambut disanggul atau diikat, serta mengenakan kain (jarit). Khusus untuk anak putri umumnya mereka juga mengenakan selendang sebagai kelengkapan cara berpakaian mereka.

Anak-anak yang terlihat dalam foto tersebut merupakan murid sekolah di Kaliceret, Salatiga. Waktu itu sekolah yang dibuka oleh para misionaris ini disebut dengan sekolah Angka Loro (sering dituliskan Ongko Loro) yang dapat diartikan sebagai Sekolah Dasar Kelas Dua. Sekolah ini setara dengan SR (Sekolah Rakyat) atau SD (Sekolah Dasar). Sekolah tersebut didirikan seiring dengan perjalanan misi Kristen di Kaliceret pada kisaran awal abad ke-19.

Pada tahun 1947-1948 sekolah ini pernah ditutup karena pendudukan Jepang. Baru pada tahun 1970 sekolah diselenggarakan lagi setelah sebelumnya pernah dipindahkan ke Desa Mliwang. Tahun 1970 sekolah tersebut dipindahkan lagi ke Kaliceret dan kembali menempati bangunan di belakang loji (kapanditan). Pengelola sekolah ini juga pernah mengembangkan sekolah teknik yang kemudian menjadi SMP PGRI serta TK Kristen Kaliceret.

A. Sartono
Sumber: .J. Graaf, 1970, De Javaansche Vorstenlanden in Oude Ansichten, Amsterdam: De Bussy Ellerman Harms n.v. http://jmanunggil.blogspot.com/

Yogyakarta Tempo Doeloe

Latest News

  • 30-06-14

    Batik Kontemporer. T

    Judul : Batik Kontemporer. Teknik Batik sebagai Media Transformasi Budaya  Penulis : Lucky Wijayanti, Benny Gratha  Penerbit :... more »
  • 30-06-14

    Sekolah Gajahwong, S

    Orangtua siswa sebagian besar berprofesi pemulung dan buruh. Menurut koordinator pendidikan Sekolah Gajahwong, Faiz Fakhrudin, sekolah ini didirikan... more »
  • 30-06-14

    Rekaman Video Tsunam

    Selain koleksi film tsunami Aceh, Museum Penerangan Jakarta juga memamerkan koleksi unik, berupa mesin ketik manual beraksara Jawa. Mesin ketik ini... more »
  • 30-06-14

    Denmas Bekel 30 Juni

    more »
  • 28-06-14

    Hari Keberuntungan O

    Dewa yang menaungi Wuku Kuruwelut adalah Batara Wisnu yang menggambarkan terang pandangannya serta berwawasan luas dan bijaksana. Orang Kuruwelut... more »
  • 28-06-14

    Sajian Spesial Menu

    Paket menu ketiga dinamakan Takjil Kurma Ramadan, yang punya variasi isi lebih banyak. Paket ini berisi satu mangkuk jenang monte, dua butir kurma,... more »
  • 28-06-14

    Mas Cebolang Kaget I

    Setelah mengenal lebih dekat dengan para wanita yang ditinggal para lelakinya, Mas Cebolang ingin mengetahui seperti apa kehidupan para lelaki yang... more »
  • 28-06-14

    Dalang Muda Mainkan

    Malam itu Ki Gondo Suharno, yang sekaligus menjadi ketua Sukra Kasih, mementaskan lakon “Jayengrana Kalajaya”. Iringan gending dengan syair-syair... more »
  • 28-06-14

    Museum Penting tapi

    Dengan melihat museum, pengunjung dapat terkesan betapa hebatnya orang pada zaman dahulu yang dengan kreativitas dan daya inovasi dapat menciptakan... more »
  • 27-06-14

    Siswa Sekolah Kriste

    Anak-anak yang terlihat dalam foto tersebut merupakan muri sekolah di Kaliceret, Salatiga. Waktu itu sekolah yang dibuka oleh para misionaris ini... more »