Pameran Tunggal Lukis Slamet Rahardjo
"This Is Slamet"

Pameran Tunggal Lukis Slamet Rahardjo "This Is Slamet"

TeMBI Rumah Budaya kembali menggelar Pameran Tunggal Lukis oleh Slamet Rahardjo, a.k.a Lame, dengan tema “This Is Slamet”. Kesempatan memamerkan karya secara tunggal bagi Slamet yang dikenal dengan panggilan Lame merupakan kesempatan yang sudah lama ia nantikan dan tidak ia sia-siakan. Lame memilih pameran daripada pergi ke Malaysia, tempat ia bekerja sebagai consultan fine art di sebuah kursus lukis. Bagi Lame, “Bisa berpameran Tunggal kesempatan untuk menunjukkan eksistensi sebagai dari seorang seniman dan juga bisa dikenang”. Lame menambahkan bahwa sebenarnya tidak mudah bagi seniman untuk berpameran apalagi mengadakan pameran Tunggal karena banyak galeri yang memiliki persyaratan yang tidak mudah. Diakui juga oleh Lame, Tembi Rumah Budaya adalah wadah yang banyak dibutuhkan oleh seniman yang selama ini merasa kesulitan untuk berpameran. Kenyataan yang ditangkap oleh N.Nuranto selaku pemilik Tembi Rumah Budaya, bahwa kegiatan pameran yang rutin diadakan setiap bulannya di galeri ini adalah sebagai ruang bagi seniman untuk menunjukkan karyanya.

Pameran Tunggal Lukis Slamet Rahardjo "This Is Slamet"

Lame, lulusan Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta jurusan Seni Rupa tahun 2010 ini mengambil tema pameran “This Is Slamet” yang akan membawa kita melihat bagaimana Lame secara pribadi. Seperti dalam lukisan tokoh film kartun anjing “Dusty” yang selalu mentertawakan orang yang sedang kesusahan sebelum menolongnya Lame menolongnya. Karakter yang menurutnya adalah cerminan dari sifat pribadinya. Kedengarannya kejam, tapi itulah Lame, cara memperkenalkan siapa dirinya unik, dan jujur. Seperti yang ia tampilkan dalam tulisannya pada sebuah lukisan, bagaimana teman-temannya menganggap Lame “garing” karena leluconnya seringkali tidak bisa membuat orang tertawa.

Dalam merespon sekelilingnya ruang imajinasinya terus berkembang sehingga tercipta karya-karya yang menurutnya “Lame Banget”. Ketika melihat karya berjudul “Seni Itu Indah”, sebuah karya fokus kepada satu kalimat dari kitab suci. Pemilihan warna merah yang tersirat di tengah memberikan kesan ada cahaya yang berpendar, jika dilihat dari jarak yang tepat. Lame tidak berusaha membuatnya dekoratif seperti karya-karya kaligrafi Islam pada umumnya, namun dengan hadirnya garis-garis melingkar diluar kalimat itu sendiri, telah memberikan kesan sebuah karya yang dekoratif, meskipun dengan latar warna biru dan merah yang ekspresif.

Pameran Tunggal Lukis Slamet Rahardjo "This Is Slamet"

Pameran “This is Slamet” membawa kita kepada kenyataan-kenyataan dalam diri Slamet Rahardjo, atau Lame. Semua karya yang kita lihat di sini merupakan representasi Lame terhadap kejadian di lingkungannya, dalam kesehariannya. Kita dengan mudah memahami dunianya dengan melihat sosok-sosok animasi, hal yang berkaitan dengan vespa, Persib Bandung, kaligrafi dan KTPS (Karang Taruna Pemuja Setan) nama grup musik dimana Lame tergabung didalamnya, memang menjadi bagian tak terpisahkan dalam dia dan lingkungannya. Semua tersaji dalam warna-warna yang ia tampilkan, pada setiap garis putus-putus yang berperan menjadi latar. Serta teks-teks yang lebih tegas, dan senantiasa ia hadirkan. Ya, inilah Slamet.

Pameran Tunggal Lukis Slamet Rahardjo "This Is Slamet"

Pameran yuk ..!




Artikel Lainnya :



Bale Inap Bale Dokumentasi Bale Karya Bale Rupa Yogyakarta