Menikmati Sore di Pasar Seni Kuala Lumpur

Modernitas dan kemajuan terus berjalan. Pada dekade itu juga, Central Market direncanakan untuk dibongkar oleh pemerintah. Namun gerakan dari Malaysian Heritage Society berhasil menggagalkan rencana ini dengan sebuah petisi yang mendeklarasikan bahwa Central Market termasuk salah satu situs bersejarah bagi Malaysia. Bangunan Central Market pun selamat.

Pasar Seni /Central Market Kuala Lumpur, Malaysia, foto: Gardika Gigih Pradipta
Pintu masuk pasar seniKL

Jika Anda pergi ke Malaysia, jangan lewatkan untuk bisa mampir di Central Market atau biasa disebut Pasar Seni Kuala Lumpur yang terletak di Jalan Tun Tan Cheng Lock (Foch Avenue) daerah pejalan kaki, Jalan Hang Kasturi (Rodger Street). Lokasinya sangat mudah diakses dari berbagai titik di Kuala Lumpur dan daerah sekitarnya. Paling mudah menggunakan kereta KTM Komuter menuju ke Stasiun Kuala Lumpur, satu stasiun setelah stasiun pusat KL Sentral. Setibanya di Stasiun Kuala Lumpur, anda bisa berjalan kaki sekitar 500 meter keluar ke arah timur melalui jembatan penyeberangan untuk menuju Pasar Seni.

Setibanya di Jalan Tun Tan Cheng Lok, bangunan Pasar Seni bercat biru muda dengan tulisan “Central Market Since 1888” akan menyambut dengan impresinya. Di sisi kanan, tenda-tenda penjual kerajinan menyambut para pejalan kaki yang lalu-lalang. Semua bersih dan teratur, impresi sore yang begitu hangat di kompleks Pasar Seni Kuala Lumpur.

Pasar Seni /Central Market Kuala Lumpur, Malaysia, foto: Gardika Gigih Pradipta
Lorong pasar yang bersih dan rapi

Di dalam pasar berbagai barang kerajinan terhampar di kanan kiri. Mulai dari gantungan kunci dan miniatur KLCC Twin Tower Petronas kebanggaan Kuala Lumpur yang begitu populer dan mudah dijumpai, patung keramik handmade, lukisan, boneka, aneka kaos dan tas bernuansa Malaysia, layang-layang, dan masih banyak lagi, benar-benar memanjakan mata. Para penjual menempati los-los yang teratur dan rapi menantikan calon pembeli yang berlalu-lalang.

Barang-barang kerajinan yang dijual cukup terjangkau harganya dengan kurs Ringgit Malaysia (RM). Sebagai contoh, satu miniatur kecil KLCC Twin Tower dengan ukuran 10 cm dijual 5 RM atau sekitar Rp. 18.500 dengan kurs sekitar Rp.3.700. Itu hampir setara dengan harga 1 porsi nasi lemak lauk ayam atau 3 gelas teh tarik di Malaysia. Kemudian 1 patung keramik China figuratif berukuran kecil dijual sekitar 8 RM. Sedangkan, 1 lukisan tradisional Mandarin ukuran kecil di atas kertas 20 cm x 20 cm dijual cukup mahal mulai dari 38 RM atau sekitar Rp 140.000.

Sejarah Pasar Seni Kuala Lumpur cukup panjang. Kisah dimulai dari tahun 1888 saat pemerintah Inggris yang menduduki Malaysia saat itu mendirikan bangunan ini sebagai pasar tradisional (wet market) bagi masyarakat di sekitar daerah Kuala Lumpur untuk bertransaksi berbagai macam kebutuhan sehari-hari. Kompleks pasar mengalami perluasan empat kali pada tahun 1889, 1895, 1920 dan 1921.

Pasar Seni /Central Market Kuala Lumpur, Malaysia, foto: Gardika Gigih Pradipta
Miniatur KLCC Twin Tower

Pada tahun 1957, Malaysia mendeklarasikan kemerdekaannya dari Inggris. Kemudian pada dekade 70-an, Malaysia dan terutama kota Kuala Lumpur mengalami kemajuan yang sangat pesat. Modernitas dan kemajuan terus berjalan. Pada dekade itu juga, Central Market direncanakan untuk dibongkar oleh pemerintah. Namun gerakan dari Malaysian Heritage Society berhasil menggagalkan rencana ini dengan sebuah petisi yang mendeklarasikan bahwa Central Market termasuk salah satu situs bersejarah bagi Malaysia. Bangunan Central Market pun selamat.

Pada tahun 1985, bangunan Central Market direnovasi dan dipercantik. Kemudian pada April 1986, pasar ini dideklarasikan sebagai pasar budayaKuala Lumpur dengan penjual-penjual barang senikerajinan yang mulai memadatinya. Hingga hari ini, Pasar Seni Kuala Lumpur menjadi kebanggaan masyarakat di sana dan menjadi salah satu tujuan favorit para wisatawan.

Pasar Seni /Central Market Kuala Lumpur, Malaysia, foto: Gardika Gigih Pradipta
Toko suvenir boneka keramik

Naskah dan Foto:Gardika Gigih Pradipta



Artikel ini merupakan Hak Cipta yang dilindungi Undang Undang - Silahkan Mencopy Content dengan menyertakan Credit atau link website https://tembi.net - Rumah Sejarah dan Budaya


Baca Juga Artikel Lainnya :




Bale Inap Bale Dokumentasi Bale Karya Bale Rupa Yogyakarta