Tembi

»Pameran tunggal lukisan Danang Bramasti \'Asa di Tengah Kehancuran\'

17 Sep 2010 01:25:00

Pameran Tunggal Lukisan dan Foto

Danang Bramasti, SJ

ASA DI TENGAH KEHANCURAN

17 — 26 September 2010

Pembukaan pada hari Jumat, 17 September 2010, pukul 20.00 WIB.

Dibuka oleh Lono Simatupang, pengajar antropologi UGM.

Opening act: Teater Lentera Bongsari.

Diskusi pada hari Minggu, 26 September 2010, pukul 19.00 WIB.

Pembicara: Bambang Kusumo, pengajar jurusan sosiologi Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

Moderator: Ons Untoro.

***

Pameran seni rupa ini mengetengahkan 14 lukisan dan 9 foto hitam-putih. Ini merupakan pameran tunggal kedua dari Danang Bramasti, SJ, seorang romo yang menjadi Kepala Paroki Girisonta, Ungaran.

Gagasan romo Danang berasal dari realitas lingkungan tempat dia mengabdi, yakni sekitar wilayah keparokiannya. Dia mengamati fenomena perkembangan lingkungan dan perekonomian warga sekitar.

Pada masa kejayaannya, wilayah antara Ungaran dan Ambarawa, tepatnya di Kelurahan Harjosari, Kabupaten Semarang, adalah pusat industri yang menjanjikan kemakmuran melimpah. Krisis ekonomi nasional, pada tahun 1998, menepis mimpi indah itu. Satu demi satu pabrik berguguran. PHK, yang jumlahnya mencapai ribuan buruh, menjadi isu biasa. Akibatnya, lingkungan terdegradasi dan warga kehilangan mata pencaharian. Padahal warga tak lagi punya lahan garapan pertanian, yang telah mereka jual kepada pabrik. Syukurnya, beberapa warga mampu bangkit dan berhasil menata kehidupannya.

“Romo Danang—berdasarkan iman Katoliknya—membaca semua itu sebagai asa di tengah kehancuran. Ia merekam semua itu dalam lukisan-lukisannya. Ia mau memberi kesaksian iman atas derita dan asa yang ia lihat,” tulis Donny Danardono, pengajar di Unika Soegijapranata.

Pameran ini dikurasi oleh Tubagus P. Svarajati dan dikelola oleh RupaRupa Art Management. Seluruh pameran dan diskusi terbuka untuk umum dan gratis.

Artikel Lainnya :


Bale Inap Bale Dokumentasi Bale Karya Bale Rupa Yogyakarta