Mengenal dan Memahami Masyarakat Tengger

04 Jan 2016 Judul : Inventarisasi Komunitas Adat Tengger Desa Ngadisari Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo Jawa Timur
Penulis : J. Nicolaas Warouw, dkk
Penerbit : Fakultas Ilmu Budaya UGM + Balai Pelestarian Nilai Budaya, 2012, Yogyakarta
Bahasa : Indonesia
Jumlah halaman : xvi + 120

Eksistensi dan identitas masyarakat Tengger berkaitan dengan hubungan mereka terhadap ekologi, khususnya Gunung Bromo. Masyarakat Tengger memiliki kearifan lokal tersendiri untuk mempertahankan tradisi warisan dari pendalulu mereka. Masyarakat Tengger berusaha mempertahankan tradisi secara utuh dalam zaman yang senantiasa berubah. Salah satunya adalah tradisi Nyadnya Kasada.

Peran dukun pandhita dan petinggi yang sentral juga menegaskan upaya masyarakat Tengger tersebut. Mereka berusaha mempertahankan dan melestarikan konsistensi ajaran keyakinan dan praktek ritual beserta tata caranya dari masa lampau hingga saat ini. Merasa sebagai keturunan Majapahit, seolah menjadi tugas para pemuka adat untuk mempertahankan keberadaan mereka dari berbagai pengaruh.

Namun tidak selamanya suatu tradisi atau adat bisa dipertahankan utuh 100 persen. Sejak tahun 1960-1970-an kepercayaan mereka mulai dimasuki tradisi Hindu. Sehingga mau tidak mau sistem keyakinannya telah “terdisiplinkan” dalam keyakinan dan tradisi Hindu. Suatu hal yang sebelumnya tidak ada. Sehingga yang terjadi saat ini adalah perpaduan antara adat, tradisi dan budaya Tengger yang telah ada sebelumnya dan tradisi Hindu yang masuk kemudian.

Buku ini membahas tentang komunitas adat Tengger di Desa Ngadisari Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolingga, Jawa Timur. Dengan membaca buku ini, kita akan mengetahui bagaimana kehidupan mereka sehari-hari. Seperti mata pencaharian, adat dan tradisi yang ada, juga berbagai perubahan yang terjadi akibat pengaruh luar.

Kusalamani

EDUKASI

Baca Juga

Artikel Terbaru

  • 02-04-16

    Sastra dan Lagu Puis

    Sastra dan seni rupa memang seringkali bertemu di Tembi. Kali ini, lagi-lagi di Tembi Rumah Budaya, pembukaan pameran S Wandhie yang diberi tajuk ‘... more »
  • 02-04-16

    Selasa Kliwon Pekan

    Pranatamangsa masuk mangsa Kasepuluh (10), umurnya 24 hari, mulai 26 Maret s/d 18 April. Musim padi tua, burung-burung sedang membuat sarang. Ternak-... more »
  • 02-04-16

    Kisah Kematian Sumit

    Pada ulang tahun ke-5 paguyuban dalang-dalang muda Sukrokasih Yogyakarta mengadakan pentas pakeliran apresiasi. Kali ini yang ditampilkan adalah... more »
  • 01-04-16

    Melalui Sandi Eksist

    Museum Sandi Yogyakarta yang terletak di Jalan Faridan M Noto 21 Kotabaru, menyimpan kisah penting tentang peran Lembaga Sandi di awal kemerdekaan... more »
  • 01-04-16

    Dokumentasi Pembuata

    Berikut ini adalah foto-foto tentang proyek pembuatan jalan kereta api di Jawa oleh perusahaan perkeretaapian Belanda. Proyek ini pada masa itu tentu... more »
  • 31-03-16

    Urban Gigs 2016, Unj

    Gelora jiwa muda terpancar di area perkir timur Gor Amongrogo Yogyakarta  manakala hujan reda dan aroma basah mulai terhembus dari uap jalan... more »
  • 31-03-16

    Melihat Asia Tenggar

    Judul            : Asia Tenggara dalam Kurun Niaga 1450 – 1680. Jilid 1 : Tanah di Bawah Angin... more »
  • 30-03-16

    Selama Sebulan S Wan

    Perupa dari Sidoarjo, S Wandhie akan menggelar karya-karyanya di ruang pamer Tembi Rumah Budaya, Sewon, Bantul, Yogyakarta, selama satu bulan... more »
  • 30-03-16

    Gatot Nugroho: Beker

    “Bekerja di museum itu kuncinya harus ikhlas,” ungkap Gatot Nugroho.  “Jika kita ikhlas, maka hati kita akan senang. Walaupun keikhlasan kita... more »
  • 30-03-16

    Monumen Brimob Seday

    Monumen Brigade Mobil (Brimob) Polri berada di Dusun Sengon Karang, Kelurahan Argodadi, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta. Bila... more »