Pameran Teks dan Foto Sekitar Kemerdekaan demi Berkaca pada Masa Lalu

Author:editorTembi / Date:01-07-2014 / Pameran itu dilaksanakan untuk memperingati kemerdekaan RI yang ke-69. Materi pameran diambil dari beberapa penerbitan seperti Harian Merdeka yang juga menerbitkan Majalah “Merdeka” yang terbit 17 Februari 1946 untuk memperingati 6 bulan kemerdekaan RI.

Jendral Soedirman didampingi oleh Kolonel Soeharto, difoto: Selasa, 24 Juni 2014, foto: a.sartono
Jendral Soedirman didampingi oleh Kolonel Soeharto

Sejarah di masa pembangunan (fisik) hampir diabaikan. Bahkan pada era Orde Baru banyak siswa atau mahasiswa yang menganggap belajar sejarah sebagai sesuatu yang tidak berguna, sia-sia, dan tidak berfungsi dan tidak bisa digunakan langsung dalam pembangunan (fisik).

Untunglah masih banyak juga yang punya perhatian besar pada bidang ini karena sejarah bersangkutan langsung dengan rangkaian riwayat tokoh, tempat, zaman, peristiwa, dan sebagainya dimana hal itu berhubungan langsung dengan perjalanan hidup sebuah masyarakat, bangsa, dan negara. Untuk itu pula Bentara Budaya Yogyakarta menyelenggarakan Pameran Teks dan Foto Sekitar Kemerdekaan. Pameran diselenggarakan pada 24 Juni-2 Juli 2014.

Konferensi Meja Bundar (yang sebenarnya lonjong) di Den Haag, Belanda, 23 Agustus 1949, difoto: Selasa, 24 Juni 2014, foto: a.sartono
Konferensi Meja Bundar (yang sebenarnya lonjong) 
di Den Haag, Belanda, 23 Agustus 1949

Pameran itu dilaksanakan untuk memperingati kemerdekaan RI yang ke-69. Materi pameran diambil dari beberapa penerbitan seperti Harian Merdeka yang juga menerbitkan Majalah “Merdeka” yang terbit 17 Februari 1946 untuk memperingati 6 bulan kemerdekaan RI. Selain itu ada pula majalah Jawa Baru atau Java Bode.

Di dalam penerbitan itu termuat pernyataan para pembesar negeri dari Presiden Soekarno, Perdana Menteri Sutan Sjahrir, Jenderal Soedirman sampai dengan para pembesar kerajaan di Jawa, antara lain Sri Sultan Hamengku Buwana IX, Sri Paku Alam VIII, Sunan Paku Buwana XII, Mangkunegara VIII, dan beberapa pembesar lainnya. Pernyataan mereka sangat antusias dan sangat positif dalam memperingati kemerdekaan RI yang ke- 6 bulan itu.

Suasana pembukaan Pameran Teks dan Foto Sekitar Kemerdekaan di Bentara Budaya, 24 Juni 2014, difoto: 24 Juni 2014, foto: a.sartono
Suasana pembukaan Pameran Teks dan Foto Sekitar Kemerdekaan 
di Bentara Budaya, 24 Juni 2014

Selain itu, terdapat pula pernyataan dukungan masyarakat Tionghoa untuk persatuan Indonesia yang baru saja merdeka, walaupun ancaman dari Inggris dan Belanda terus merongrong RI. Hal ini cukup penting diketahui agar generasi mengerti akan peran berbagai elemen bangsa dalam ikut menegakkan kemerdekaan RI dan menghidupinya. Menafikan peran-peran mereka dalam pergulatan menuju bangsa yang berdaulat merupakan sesuatu yang tidak kita kehendaki bersama.

Kehidupan masyarakatdi zaman Jepang, difoto: 24 Juni 2014, foto: a.sartono
Kehidupan masyarakat pada zaman Jepang

Menengok sejenak ke masa lalu bukanlah sebuah aktivitas sia-sia. Menengok perjalanan kesejarahan kita sama artinya dengan mencermati riwayat hidup kita sendiri di masa lalu. Tentu ada sisi-sisi positif dari masa lalu yang bisa kita timba. Pun ada sisi-sisi negatifnya yang tidak perlu kita ulangi. Semuanya merupakan jejak rekam yang dapat dijadikan cermin atau “kaca benggala” untuk hari ini dan bekal menuju hari depan yang lebih cerah.

Belajar sejarah sama artinya dengan pencermatan dan pengendalian diri agar sebagai individu, kelompok, masyarakat, bangsa, dan negara tidak lagi jatuh pada lubang yang sama dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara.

Naskah dan foto: ASartono

Berita budaya

Latest News

  • 04-07-14

    Mangan Kanggo Urip O

    Pada intinya kebutuhan makan memang digunakan untuk menyelenggarakan hidup atau kehidupan. Tapi, makan bukan tujuan utama dari hidup. Makan merupakan... more »
  • 04-07-14

    Taman Seni Rupa dari

    Ruang pameran Artjog 2014 di Taman Budaya Yogyakarta, laiknya seperti tempat wisata, dimana setiap orang yang berkunjung mengabadikan diri dengan... more »
  • 04-07-14

    Konser Musik Warna-W

    Kali ini Fombi menggandeng pemusik-pemusik muda belia (usia SD-SMP) yang tergabung dalam AMARI (Ansambel Anak dan Remaja) Yogya untuk berkiprah.... more »
  • 03-07-14

    Serat Jayengbaya

    Judul : Serat Jayengbaya  Penulis : R.Ng. Ranggawarsita Alih aksara dan bahasa : L. Mardiwarsito  Penerbit : Balai Pustaka, 1988,... more »
  • 03-07-14

    Rainforest World Mus

    Gelaran Rainforest World Music Festival 2014 (RWMF) yang berlangsung di Sarawak Cultural Village pada tanggal 20-22 Juni menghadirkan banyak musisi... more »
  • 03-07-14

    Rainforest World Mus

    Dalam waktu singkat, panggung menjadi sangat semarak. Sesi penutup ini sekaligus menjadi salam perpisahan RWMF 2014. Sebuah momen yang mengharukan... more »
  • 02-07-14

    Rainforest World Mus

    Grup musik asal Afrika, Dademba yang membawakan jenis musik menghentak khas Afrika, menutup pertunjukan hari kedua festival yang menjadi barometer... more »
  • 02-07-14

    Sarawak Cultural Vil

    Sarawak Cultural Village semakin menjadi tempat favorit para wisatawan saat menjadi rumah bagi Rainforest World Music Festival (RWMF) sejak 17 tahun... more »
  • 02-07-14

    Keceriaan Olah Perma

    Ada beberapa jenis game yang mereka ikuti, di antaranya: estafet bola, kipas balon, jepit balon, memasukkan bendera dalam botol serta mencocokkan... more »
  • 01-07-14

    Kapi Kingkin, Seekor

    Yuyu Kingkin merupakan ‘anak pujan’ dari Batara Rekatatama dan dititipkan kepada Sugriwa, raja kera kerajaan Goa Kiskenda. Sebelumnya ia tidak... more »