Foto Pengrajin “Rice Cooker” Awal Abad ke-20

14 Jul 2015 Foto tersebut menggambarkan juga bagaimana kerabat dari si pembuat dandang “menampilkan diri” untuk “hadir” dalam gambar yang dibuat oleh sang juru foto. Foto itu dibuat kira-kira pada kurun waktu tahun 1914-1918. Foto diambil di wilayah Yogyakarta, yang tertera dalam keterangan foto (caption).

Berikut ini adalah foto tentang aktivitas pengrajin tembaga yang tengah membuat dandang (alat untuk menanak nasi dalam volume relatif besar - sejenis rice cooker zaman sekarang). Tampak bahwa dandang yang tengah dibuatnya hampir jadi.

Dandang merupakan salah satu alat rumah tangga yang cukup vital di masa lalu. Karena pada masa lalu orang sering mengadakan aneka hajatan atau upacara tradisional seperti merti dusun, slametan kematian, perkawinan, sunatan, dan lain sebagainya yang semuanya itu memerlukan jamuan (nasi) dalam jumlah cukup besar. Dandang merupakan alat yang vital untuk menanak nasi dalam jumlah besar itu.

Saat digunakan untuk menanak nasi, dandang diletakkan di atas tungku yang berukuran relatif besar. Di dalamnya diisi air namun tidak penuh, asal cukup untuk menguapi calon nasi. Setelah itu di atas dandang yang telah berisi air itu diletakkan kukusan berbentuk kerucut. Ke dalam kukusan yang terbuat dari anyaman bambu itulah beras yang telah dikaru/dimasak setengah matang dimasukkan.

Uap air yang panas dari dandang akan mematangkan nasi yang ada di dalam kukusan. Oleh karena itu pula nasi hasil olahan dengan cara dikukus umumnya perak atau orang Jawa sering juga mengatakannya sebagai mawur (berbentuk butiran matang yang mudah dipisahkan antara butiran nasi yang satu dengan yang lain, mirip dengan nasi padang di zaman sekarang).

Sedemikian penting dandang di masa lalu sehingga alat ini terbilang bernilai mahal. Oleh karena itu pula tidak setiap rumah tangga memiliki atau merasa perlu memilikinya. Namun umumnya rumah tangga dari orang-orang berkecukupan memang memilikinya. Umumnya pula jika ada hajatan besar dandang-dandang milik orang berada itu akan menjadi alat yang setiap saat direlakan untuk dipinjam orang lain. Demikian umumnya kehidupan sosial di Jawa masa lalu, lebih-lebih di daerah pedesaan.

Foto tersebut menggambarkan juga bagaimana kerabat dari si pembuat dandang “menampilkan diri” untuk “hadir” dalam gambar yang dibuat oleh sang juru foto. Foto itu dibuat kira-kira pada kurun waktu tahun 1914-1918. Foto diambil di wilayah Yogyakarta, yang tertera dalam keterangan foto (caption).

Dalam foto tersebut juga tergambar pakaian khas yang lazim dikenakan masyarakat Jawa di masa lalu. Kain, celana kolor/ komprang, sabuk besar, iket, dan baju model surjan adalah pakaian keseharian.

a.sartono

Foto: (Reproduksi De Javaansche Vorstenlanden in Oude Ansichten, Zaltbommel: Europese Bibliotheek, Graaf, H.J., 1970)

EDUKASI

Baca Juga

Artikel Terbaru

  • 01-08-15

    Hari Baik dan Hari J

    Orang yang lahir pada Selasa Kliwon, pada periode usia 0 s/d 12 tahun, adalah ‘PA’ Pandhita, baik. Usia 12 s/d 24 tahun, adalah ‘SA’ Sunan, baik.... more »
  • 01-08-15

    Tajong Samarinda Dib

    Tajong Samarinda pada mulanya dibawa oleh para pendatang Suku Bugis Wajo yang berpindah ke Samarinda karena tidak mau patuh pada perjanjian Bongaja... more »
  • 01-08-15

    UU Tata Niaga Gula d

    Di Perpustakaan Tembi tersimpan dengan baik buku lawas ini yang berisi tentang undang-undang tata niaga gula di Hindia Belanda. Peraturan ini... more »
  • 31-07-15

    Kue Cubit Kudapan Po

    Berawal dari makanan cemilan gerobak yang banyak dijual di sekolah-sekolah dasar, kue mungil berbahan dasar tepung ini semakin populer bahkan “naik... more »
  • 31-07-15

    mas Bekel

    mas Bekel more »
  • 28-07-15

    Masalah Ekologi Indo

    Buku ini berisi tentang masalah ekologi terutama di Indonesia dalam perspektif dekade 1950-an. Pertambahan jumlah penduduk mau tidak mau memang akan... more »
  • 28-07-15

    From The New World d

    Indonesian Youth Symphony Orchestra (IYSO) kembali tampil di Tembi Rumah Budaya dengan melibatkan banyak anggota Sri Aman Orchestra, Malaysia,... more »
  • 28-07-15

    Penggurit Dua Kota A

    Para penggurit dari dua kota, Yogyakarta dan Surabaya, akan tampil bersama dalam launching antologi geguritan karya masing-masing penggurit, Jumat 31... more »
  • 28-07-15

    Prajurit Mantrijero

    Prajurit Mantrijero Sarahasta atau pembawa tombak terdiri atas beberapa jenjang kepangkatan, yakni Wedana dan Lurah, Operwahmister (Wirawredhatama)... more »
  • 28-07-15

    Warangka Ladrang (1)

    Ladrang adalah salah satu ragam bentuk warangka keris gaya Surakarta, sedangkan versi Yogyakarta disebut dengan nama branggah, walaupun keduanya... more »