Nuansa Ungu nan Mengundang Selera

09 Mar 2015 Sego Telo Semeru yang diolah dari beras organik pilihan serta ubi ungu menghadirkan tampilan yang segera saja memikat mata dan hasrat nafsu makan. Nasi yang diolah mirip nasi gurih (nasi uduk) terasa gurih di lidah. Masih pula ada Es Kencono Wungu dan Kue Yuni Ayu, yang juga serba ungu.

Sego Telo Semeru yang menjanjikan kenikmatan, difoto: Kamis, 5 Maret 2015, foto: a.barata
Sego Telo Semeru yang menjanjikan kenikmatan

Promo kuliner Warung Dhahar Pulo Segaran  Tembi Rumah Budaya untuk bulan Maret 2015 ini adalah Es Kencono Wungu dan Sego Telo Semeru. Dua jenis menu kuliner berbasis tradisi ini berbahan baku utama ubi ungu atau telo ungu, yang mengandung antioksidan tinggi. Oleh karenanya sangat baik untuk kesehatan. Untuk itu pulalah WD Pulo Segaran mengkreasinya menjadi menu olahan yang tidak saja cantik dipandang, nikmat di lidah, namun juga berdampak sangat baik bagi kesehatan.

Sego Telo Semeru yang diolah dari beras organik pilihan serta ubi ungu menghadirkan tampilan yang segera saja memikat mata dan hasrat nafsu makan. Bagaimana tidak, Sego Telo Semeru ini disajikan dalam wujud tumpeng kecil berwarna ungu cantik karena merupakan perpaduan nasi organik dan telo ungu. Nasi yang diolah mirip nasi gurih (nasi uduk) ini terasa gurih di lidah. Di samping pulen, rasa gurihnya yang tidak terlalu menghentak memberi sensasi gurih nan lembut.

Sego Telo Semeru mengingatkan kita pada Gunug Semeru yang melegenda di Jawa. Warna ungu dan bentuknya yang memang dibuat mirip gunung mungil itu membawa imajinasi seolah menikmati nasi yang nikmat di alam sekitar Gunung Semeru. Suguhan menu ini menjadi klop dan menyatu dengan lauk berupa ayam bacem, tahu bacem, dan tempe bacem. Ayam bacemnya yang empuk dengan bumbu yang meresap sampai ke serat dagingnya memberikan kenikmatan yang tidak mudah untuk dilupakan. Juga dengan tahu bacem dan tempe bacemnya.

Es Kencono Wungu melengkapi kenikmatan Sego Telo Semeru, difoto: Kamis, 5 Maret 2015, foto: a.barata
Es Kencono Wungu melengkapi 
kenikmatan Sego Tono Wungu

Bagi Anda yang kurang suka dengan olahan baceman, bisa pesan ayam goreng, tempe, dan tahu goreng biasa untuk teman Sego Telo Semeru ini. Namun kami rekomendasikan Anda menyantapnya dengan lauk baceman. Sambal dan lalapan yang menemani menu ini akan melengkapi kenikmatan menyantap Sego Telo Semeru ini. Untuk menikmati sensasi kenikmatan menu Sego Telo Semeru lengkap Anda cukup membayar Rp 27.000 saja.

Kenikmatan menyantap Sego Telo Semeru akan menjadi kian sempurna jika Anda memadukannya dengan minum Es Kencono Wungu, yakni es yang juga diolah dan diramu dari bahan ubi ungu, susu cokelat, dan madu. Es ini sesuai benar dengan namanya, Kencono Wungu yang artinya kurang lebih emas yang berwarna ungu. Kemilau dan cantik dalam warna ungu yang bernuansa misterius. Rasa manis yang merupakan paduan susu cokelat, ubi ungu, dan madu ini terasa pas benar di lidah. Ini bukan lain karena takaran bahan-bahannya memang berada dalam sentuhan tangan chef yang berpengalaman di WD Pulo Segaran. Untuk menikmati Es Kencono Wungu Anda hanya diminta membayar Rp 7.200 saja.

Tampilan Dessert Kue Yuni Ayu penyempurna hidangan Sego Telo Semeru, difoto: Kamis, 5 Maret 2015, foto: a.barata
Tampilan Dessert Kue Yuni Ayu penyempurna 
hidangan Sego Telo Semeru

Kesempurnaan bersantap semua menu itu mungkin akan benar-benar paripurna jika Anda juga memesan menu dessert-nya yang kami namakan Kue Yuni Ayu. Ya, memang semuanya ayu-ayu atau cantik-cantik dan serba bernuansa ungu. Kue ini merupakan olahan dari ubi ungu yang dijadikan bungkus pisang kapok kuning yang kemudian dikukus, dipotong melintang, dan diberi sentuhan terakhir berupa kucuran santan kental. Rasanya yang manis dan sedikit gurih santan menjadi pencuci mulut yang sempurna bagi santapan di atas. Untuk satu porsi dessert Kue Yuni Ayu ini Anda dipersilakan membayar Rp 8.100 saja.

Makan yuk ..!

A. Sartono 
Foto: A. Barata

PULO SEGARAN

Baca Juga

Artikel Terbaru

  • 19-01-16

    Konser Perkusi, Aksi

    Suguhan aksi Kelompok Studi Perkusi (Kesper) berhasil menyita perhatian para penonton. Dengan menampilkan suguhan yang atraktif membuat  ... more »
  • 19-01-16

    Sistem Religi Bonoke

    Judul   : Sistem Religi Komunitas Adat Bonokeling, di Desa Pekuncen, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas Penulis   : Bambang... more »
  • 19-01-16

    Rekaman Gambar Pembu

    Buah kelapa boleh dikatakan identik dengan identitas Indonesia atau juga negara dan pulau-pulau di Asia-Pasifik. Buah ini menjadi sesuatu yang... more »
  • 18-01-16

    Bahasa Bagongan, Han

    Judul    : Bahasa Bagongan Penulis    : Soepomo Poedjosoedarmo, Laginem Penerbit    : Balai Bahasa, 2014... more »
  • 18-01-16

    Wisuda Kursus MC Bah

    Satu per satu nama-nama para wisudawan kursus master of ceremony (MC) Bahasa Jawa angkatan ke-33 Tembi Rumah Budaya dibacakan untuk kemudian naik... more »
  • 18-01-16

    Endhek Wiwitane Dhuw

    Peribahasa Jawa di atas secara harafiah berarti rendah permulaannya tinggi (pada) akhirnya. Hal ini bisa dicontohkan misalnya dengan pertumbuhan... more »
  • 16-01-16

    No Regrets, Menerjem

    Pertunjukan drama musikal berjudul “No Regrets” yang berlangsung pada Kamis 7 Januari 2016 di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta menuai decak kagum... more »
  • 16-01-16

    Rabu Pon Hari Baik,

    Perhitungan ini sering disebut perhitungan Panca Suda. Panca = 5 dan suda = kurang. Maksudnya 5 dikurangi 1 atau 5 kurang 1 sama dengan 4. Ada empat... more »
  • 16-01-16

    Indro Warkop Jadi Ko

    Kirab Jumenengan Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo Paku Alam X tanggal 7 Januari 2016 disambut antusias oleh ribuan orang Yogyakarta dan sekitarnya... more »
  • 15-01-16

    Rupa Puisi Perupa Da

    Sastra Bulan Purnama edisi ke-52, bulan Januari 2016, akan menampilkan para perupa, yang menulis puisi. Mereka masih tetap sebagai perupa, tetapi... more »