Daladi Ahmad, Penyair yang Guru PKN

Author:editorTembi / Date:26-08-2014 / Sebagai penyair dia telah menulis banyak puisi, selain juga menulis geguritan. Padahal, dia sebagai guru di SMP I Ngluar, yang mengajar mata pelajaran PKN (Pendidikan Kewargaan Negara).

Daladi Ahmad sedang menyanyikan lagu puisi di Pendapa Tembi Rumah Budaya, foto: Dokumentasi Tembi
Daladi

Jarak tempat tinggalnya dengan  Tembi Rumah Budaya tak kurang dari 50 km. Tetapi Daladi dengan sepeda motornya di malam hari, sambil mengalungkan gitar akustik, menempuh jarak itu dengan suka hati. Berulang kali ia melakukan perjalanan tersebut untuk tampil pada Sastra Bulan Purnama.

Ia tinggal di Dusun Candi, Desa Pakunden, Kecamatan Ngluar, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Meski harus menempuh jarak yang tidak dekat tetapi setiap kali diminta untuk hadir di  Tembi, ia tak pernah menolak. Tak jarang, dia mengajak istrinya untuk hadir.

Daladi Ahmad, nama lengkapnya, lahir di Sleman, 10 November 1962. Sebagai penyair dia telah menulis banyak puisi, selain juga menulis geguritan. Padahal, dia sebagai guru di SMP I Ngluar, yang mengajar mata pelajaran PKN (Pendidikan Kewargaan Negara).

“Saya ini guru SMP seperti bapak ibu sekalian, tetapi bukan guru Bahasa Indonesia, melainkan guru PKN,” kata Daladi di depan peserta MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) Bahasa Indonesia di SMP Negeri I Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Rabu, 20 Agustus 2014.

Kata PKN dia tekankan, dan diulang-ulang oleh Daladi, untuk memberi motivasi bahwa walau bukan sebagai guru Bahasa Indonesia, dia mampu menulis puisi dan membuatnya menjadi lagu.

Bersama Daladi dan Istrinya di depan rumahnya di dusun Candi, Desa Pakunedan, Kecmatan Ngluar, Kabupaten Magelang, foto: Dokumentasi Tembi
Daladi dan istrinya bersama dua sahabat di depan rumahnya
         

“Mengapa kata PKN saya tekankan dan saya ulang-ulang, karena saya yakin, sebagai guru Bahasa Indonesia, bapak ibu sekalian jauh lebih mampu menulis puisi daripada saya,” ujarnya sambil memegang gitar.

Dia pun lantas mengalunkan puisi di depan guru-guru Bahasa Indonesia yang mengikuti MGMP. Mengenakan baju batik dan duduk di atas kursi merah, Daladi memainkan gitar sambil menyanyikan lagu puisi. Suaranya termasuk bagus dan enak untuk didengarkan.

Di  Tembi Rumah Budaya Daladi sudah lebih dari tiga kali memainkan gitar sambil membawakan puisi. Tiga diantaranya dalam acara Sastra Bulan Purnama dan satu diantaranya pada acara ‘Sastrawan Malaysia Wisata Sastra di  Tembi’. Yang menakjubkan, dia selalu membawakan puisi karya sendiri.

Tembi selalu ngangeni, saya selalu cari waktu untuk bisa hadir,’” kata Daladi.

Untuk kali pertama,  Tembi datang di rumah Daladi di Ngluar, Kabupaten Magelang. Halaman rumah Daladi penuh pepohonan yang rindang, laikynya rumah di desa, rasa sejuk dari semilir angin seperti menghilangkan rasa capek.

“Akhirnya sampai juga di rumah ndesa,” ujar Daladi setengah berkelakar.

Memang rumah Daladi sungguh jauh dari  Tembi. Kalau komitmennya terhadap sastra tidak begitu kuat, rasanya Daladi tak akan pergi menuju Tembi. Karena sastra dan puisi begitu dia cintai, jarak tempuh tak ia pedulikan.

Sebagai penyair, Daladi telah menulis banyak puisi. Selain dipublikasikan melalui media cetak, sejumlah lainnya ada yang masuk dalam antologi puisi seperti, antologi puisi 6 penyair ‘Langkah Kita’, antologi puisi ‘2 Koma 7’, antologi puisi penyair 5 negara, antologi Puisi Menolak Korupsi dan sejumlah antologi puisi lainnya.

Temen nan yuk ..!

Ons Untoro
Foto: Dokumentasi  Tembi

 

Temen

Latest News

  • 22-09-14

    Antologi Puisi Sastr

    Setiap bulan tajuk dari Sastra Bulan Purnama, yang sering disingkat SBP berganti-ganti, misalnya, ‘Lima Penyair Tiga Kota Membaca Puisi’, karena... more »
  • 22-09-14

    Gapura Padureksa Lam

    Gapura yang menghubungan antarruang atau antarkompleks bangunan di kawasan itu semuanya bergaya gapura padureksa, yakni gapura yang pada bagian... more »
  • 22-09-14

    Inventarisasi Perlin

    Judul : Inventarisasi Perlindungan Karya Budaya. Seni Ukir Kayu Jepara  Penulis : Dr. Widya Nayati, M.A.  Penerbit : BPNB + PSK UGM... more »
  • 20-09-14

    Denmas Bekel 20 Sept

    more »
  • 20-09-14

    Pesona Bahasa Nusant

    Judul : Pesona Bahasa Nusantara Menjelang Abad ke -21  Penyusun : Parakitri T. Simbolon  Penerbit : PMB-LIPI, KPG & The Ford... more »
  • 20-09-14

    Orang Jumat Pon Hati

    Gaya bicara orang Jumat Pon menyenangkan. Hatinya baik, tidak mempunyai nafsu jahat, kuat untuk menahan tidur, cepat mencapai sejahtera lahir batin,... more »
  • 19-09-14

    Kirab Ki Ageng Tungg

    Dapat dipastikan bahwa upacara tersebut dilaksanakan pada setiap habis masa panen rendhengan atau panen raya di akhir musim penghujan yang biasanya... more »
  • 19-09-14

    Malam Ini Landung Si

    Berbeda dengan pembacaan-pembacaan Diponegoro oleh Landung sebelumnya, kali ini episode yang diangkat adalah sejak lahir hingga kematian pangeran... more »
  • 19-09-14

    Sajian Lagu-lagu The

    Musik The Beatles dihadirkan berbeda oleh Anime String Orchestra dengan konduktor Haryo “Yose” Soejoto. Musik-musik The Beatles, yang digubah oleh... more »
  • 18-09-14

    Mengungkap Keprihati

    Ada cukup banyak keprihatinan berkaitan dengan kehidupan sastra Jawa yang sepertinya hidup segan mati tak mau. Kondisi demikian sesungguhnya juga... more »