Bawakan Lakon Leng, Teater Lungid Surakarta Tampil Menggigit

Salah satu keunggulan Teater Lungid adalah karena penguasaannya atas bahasa Jawa yang praktis tanpa kendala, lengkap dengan segala macam ekspresi...

Nyanyian Tompi dan Karya Fotonya untuk Papua

Tompi kembali menunjukan kebolehannya dalam bernyanyi, kali ini ia bernyanyi untuk Indonesia Timur. Di hari yang sama dibuka juga pameran foto karya...

Mengolah Puisi dalam Musikalisasi Sastra

Dalam penampilannya pada pertunjukkan musikalisasi sastra, Borneo memadukan sastra dengan musik, yang diolah menjadi lagu dan dipadukan dengan...

Supaya Anak Mudah Mengenal Tata Kota Kerajaan Mataram

Buku ini mengupas tentang tata kota Kerajaan Mataram, dalam bentuk cerita anak. Tokohnya adalah seekor burung perkutut. Dengan bahasa yang ringan dan...

Pepes Aneka Macam Buatan Mbah Im

Keinginan untuk membuat warung pepes muncul kembali setelah ia bermimpi didatangi Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang memintanya membuat warung...

Tembi Punya Buku Terbitan 1929 Tentang Panduan Penulisan Jawa

Perpustakaan Tembi mempunyai buku lawas ini, yang berisi tentang tata cara penulisan kata dan huruf dalam bahasa Jawa. Buku terbitan tahun 1929...

Pelajar dan Guru SMPN 7 Yogyakarta Singgah di Tembi Rumah Budaya

Author: kombi / Date: 28-06-2013 / Tag: Berita budaya /

Berita Budaya

Pelajar dan Guru SMPN 7 Yogyakarta Singgah di Tembi Rumah Budaya

Banyak siswa tidak mengerti benda-benda yang pernah dihasilkan oleh nenek moyang kita, termasuk fungsi dan kegunaannya. Untuk itu, mereka diajak ke Tembi, guna sedikit banyak mengetahui benda koleksi yang pernah digunakan masyarakat Jawa dalam kehidupan sehari-hari di masa lalu.

Kunjungan SMPN 7 Yogya ke Tembi Rabu 19 Juni 2013, sumber foto: Sartono
Menikmati Lukisan karya Otok Bima Sidharta

Banyak siswa tidak mengerti benda-benda yang pernah dihasilkan oleh nenek moyang kita, termasuk fungsi dan kegunaannya. Untuk itu, mereka diajak ke Tembi, guna sedikit banyak mengetahui benda koleksi yang pernah digunakan masyarakat Jawa dalam kehidupan sehari-hari di masa lalu. Dengan demikian, setidaknya anak-anak SMPN 7 Yogyakarta memiliki apresiasi dan menghargai budaya sendiri. Demikian antara lain yang disampaikan oleh Ibu Kris, ketua rombongan SMPN 7 Yogyakarta setelah tiba di Tembi pada hari Rabu, 19 Juni 2013 .

Kunjungan SMPN 7 Yogya ke Tembi Rabu 19 Juni 2013, sumber foto: Sartono
Melihat Koleksi Museum

Rombongan Ibu Kris sebanyak 63 siswa dan 7 guru pendamping. Selain ingin mengetahui benda-benda koleksi museum Tembi, mereka juga ingin mengetahui kegiatan seni budaya dan melihat dari dekat fasilitas yang ada di Tembi, seperti museum, perpustakaan, ruang pameran, rumah inap tradisional, Waroeng Dhahar “Pulo Segaran”, kolam renang konsep belik, amphiteater, dan lain sebagainya.

Kunjungan SMPN 7 Yogya ke Tembi Rabu 19 Juni 2013, sumber foto: Sartono
Melihat Kolam Ikan di Rumah Inap Tembi

Usai mendapat penjelasan singkat mengenai sejarah Tembi Rumah Budaya di pendopo Yudonegaran, para pelajar dan guru itu diajak keliling lokasi Tembi yang seluas sekitar 7.000 m2 ini. Usai berkeliling dan mencatat segala sesuatu yang penting saat dijelaskan, sebelum pulang, mereka menikmati jajanan di angkringan Wates. Lalu mereka melanjutkan perjalanan ke Museum Geospasial Gumuk Pasir Parangtritis dan terakhir berkunjung ke Pantai parangtritis untuk melepas penat.

Kunjungan SMPN 7 Yogya ke Tembi Rabu 19 Juni 2013, sumber foto: Sartono
Bersantai di Taman Bulus

Suwandi
Foto: Sartono

Berita budaya Jakarta