Misbar Kineforum Suguhkan ‘Lawan’

Program Misbar, kerja sama Kineforum dan Dewan Kesenian Jakarta memasuki tahun kedua. Bioskop temporer hasil desain Bob Anzac Perwira dan Gerrits SBC...

SMA I Temon Berfoto Ria dengan Tamu Asing

Bagi mereka berfoto dengan tamu asing (bule) mungkin merupakan kesempatan yang langka. Terpaksalah tamu asing tersebut melayani mereka untuk berfoto...

Pak Tatang Terbang di Atas Kotagede

Buku ini merupakan buku cerita untuk anak-anak dengan bahasa yang sangat ringan. Mengisahkan seekor anak perkutut yang diberi nama Manyul dan...

Ngayogjazz yang Wangi dengan “Tung Tak Tung Jazz”

Tagline tersebut adalah bentuk representasi dari bunyi kendang yang merupakan intro. Intro di sini merupakan sebuah proses untuk membuka atau memulai...

Durung Tekan Titi Mangsane

Pepatah ini mendasarkan diri pada pandangan bahwa semua ada saatnya. Semua kehidupan di dunia ini sesuai dengan timing atau waktunya. Pada sisi ini...

Kamus Bahasa Melayu – Jawa Terbitan Tahun 1914

Perpustakaan Tembi mengoleksi buku-buku maupun naskah kuno, yang terbuka bagi siapa pun untuk membacanya. Salah satu koleksinya adalah buku berupa...

Pelajar dan Guru SMPN 7 Yogyakarta Singgah di Tembi Rumah Budaya

Author: kombi / Date: 28-06-2013 / Tag: Berita budaya /

Berita Budaya

Pelajar dan Guru SMPN 7 Yogyakarta Singgah di Tembi Rumah Budaya

Banyak siswa tidak mengerti benda-benda yang pernah dihasilkan oleh nenek moyang kita, termasuk fungsi dan kegunaannya. Untuk itu, mereka diajak ke Tembi, guna sedikit banyak mengetahui benda koleksi yang pernah digunakan masyarakat Jawa dalam kehidupan sehari-hari di masa lalu.

Kunjungan SMPN 7 Yogya ke Tembi Rabu 19 Juni 2013, sumber foto: Sartono
Menikmati Lukisan karya Otok Bima Sidharta

Banyak siswa tidak mengerti benda-benda yang pernah dihasilkan oleh nenek moyang kita, termasuk fungsi dan kegunaannya. Untuk itu, mereka diajak ke Tembi, guna sedikit banyak mengetahui benda koleksi yang pernah digunakan masyarakat Jawa dalam kehidupan sehari-hari di masa lalu. Dengan demikian, setidaknya anak-anak SMPN 7 Yogyakarta memiliki apresiasi dan menghargai budaya sendiri. Demikian antara lain yang disampaikan oleh Ibu Kris, ketua rombongan SMPN 7 Yogyakarta setelah tiba di Tembi pada hari Rabu, 19 Juni 2013 .

Kunjungan SMPN 7 Yogya ke Tembi Rabu 19 Juni 2013, sumber foto: Sartono
Melihat Koleksi Museum

Rombongan Ibu Kris sebanyak 63 siswa dan 7 guru pendamping. Selain ingin mengetahui benda-benda koleksi museum Tembi, mereka juga ingin mengetahui kegiatan seni budaya dan melihat dari dekat fasilitas yang ada di Tembi, seperti museum, perpustakaan, ruang pameran, rumah inap tradisional, Waroeng Dhahar “Pulo Segaran”, kolam renang konsep belik, amphiteater, dan lain sebagainya.

Kunjungan SMPN 7 Yogya ke Tembi Rabu 19 Juni 2013, sumber foto: Sartono
Melihat Kolam Ikan di Rumah Inap Tembi

Usai mendapat penjelasan singkat mengenai sejarah Tembi Rumah Budaya di pendopo Yudonegaran, para pelajar dan guru itu diajak keliling lokasi Tembi yang seluas sekitar 7.000 m2 ini. Usai berkeliling dan mencatat segala sesuatu yang penting saat dijelaskan, sebelum pulang, mereka menikmati jajanan di angkringan Wates. Lalu mereka melanjutkan perjalanan ke Museum Geospasial Gumuk Pasir Parangtritis dan terakhir berkunjung ke Pantai parangtritis untuk melepas penat.

Kunjungan SMPN 7 Yogya ke Tembi Rabu 19 Juni 2013, sumber foto: Sartono
Bersantai di Taman Bulus

Suwandi
Foto: Sartono

Berita budaya Jakarta