Drama Musikal Interaktif oleh 4 Penyanyi Wanita Berbakat

Drama ini menceritakan tentang sebuah keluarga kecil yang berkeliling melakukan perjalanan menjelajah Indonesia untuk mencari anggota keluarga mereka...

Koleksi Mainan Anak di Museum Anak Kolong Tangga Yogyakarta

Museum ini memang ditujukan kepada anak-anak supaya mereka bisa mengenal aneka mainan anak-anak dari zaman dulu hingga sekarang yang berasal dari...

Kisah Intel Jepang yang Membelot ke Republik Indonesia

Yoshizumi adalah pejabat intelijen Angkatan Laut Jepang (Kaigun Bukanfu) pimpinan Laksamana Tadashi Maeda, yang bersimpati pada perjuangan Indonesia...

SLB Panti Asih Pakem Bergembira Bersama di Tembi

Kunjungan dari orang-orang berkebutuhan khusus memang belum banyak terjadi di Tembi. Bagaimana pun mereka punya hak yang sama dengan orang-orang...

Kosmologi Jawa: Tahun Ehe 1948 Windu Sangara Indonesia Perlu Meningkatkan Pertahanan

Keadaan pada windu Sangara ini ditandai dengan istilah larang pangan atau bahan pangan mahal. Secara ekonomis bisa diartikan barang tersedia dalam...

Tarzan: Srimulat Tidak Bubar

Srimulat itu tidak akan bubar, tergantung siapa yang mengemudi. Pemainnya bisa siapa saja asalkan berbobot. Srimulat kalau nggak digerakkan ya nggak...

Pelajar dan Guru SMPN 7 Yogyakarta Singgah di Tembi Rumah Budaya

Author: kombi / Date: 28-06-2013 / Tag: Berita budaya /

Berita Budaya

Pelajar dan Guru SMPN 7 Yogyakarta Singgah di Tembi Rumah Budaya

Banyak siswa tidak mengerti benda-benda yang pernah dihasilkan oleh nenek moyang kita, termasuk fungsi dan kegunaannya. Untuk itu, mereka diajak ke Tembi, guna sedikit banyak mengetahui benda koleksi yang pernah digunakan masyarakat Jawa dalam kehidupan sehari-hari di masa lalu.

Kunjungan SMPN 7 Yogya ke Tembi Rabu 19 Juni 2013, sumber foto: Sartono
Menikmati Lukisan karya Otok Bima Sidharta

Banyak siswa tidak mengerti benda-benda yang pernah dihasilkan oleh nenek moyang kita, termasuk fungsi dan kegunaannya. Untuk itu, mereka diajak ke Tembi, guna sedikit banyak mengetahui benda koleksi yang pernah digunakan masyarakat Jawa dalam kehidupan sehari-hari di masa lalu. Dengan demikian, setidaknya anak-anak SMPN 7 Yogyakarta memiliki apresiasi dan menghargai budaya sendiri. Demikian antara lain yang disampaikan oleh Ibu Kris, ketua rombongan SMPN 7 Yogyakarta setelah tiba di Tembi pada hari Rabu, 19 Juni 2013 .

Kunjungan SMPN 7 Yogya ke Tembi Rabu 19 Juni 2013, sumber foto: Sartono
Melihat Koleksi Museum

Rombongan Ibu Kris sebanyak 63 siswa dan 7 guru pendamping. Selain ingin mengetahui benda-benda koleksi museum Tembi, mereka juga ingin mengetahui kegiatan seni budaya dan melihat dari dekat fasilitas yang ada di Tembi, seperti museum, perpustakaan, ruang pameran, rumah inap tradisional, Waroeng Dhahar “Pulo Segaran”, kolam renang konsep belik, amphiteater, dan lain sebagainya.

Kunjungan SMPN 7 Yogya ke Tembi Rabu 19 Juni 2013, sumber foto: Sartono
Melihat Kolam Ikan di Rumah Inap Tembi

Usai mendapat penjelasan singkat mengenai sejarah Tembi Rumah Budaya di pendopo Yudonegaran, para pelajar dan guru itu diajak keliling lokasi Tembi yang seluas sekitar 7.000 m2 ini. Usai berkeliling dan mencatat segala sesuatu yang penting saat dijelaskan, sebelum pulang, mereka menikmati jajanan di angkringan Wates. Lalu mereka melanjutkan perjalanan ke Museum Geospasial Gumuk Pasir Parangtritis dan terakhir berkunjung ke Pantai parangtritis untuk melepas penat.

Kunjungan SMPN 7 Yogya ke Tembi Rabu 19 Juni 2013, sumber foto: Sartono
Bersantai di Taman Bulus

Suwandi
Foto: Sartono

Berita budaya Jakarta