Saat ingin menuju Candi Borobudur, aku melewati sebuah desa yang menjadi pintu gerbang kawasan tersebut bernama Desa Wanurejo. Desa ini merupakan salah satu desa subur yang berada di kawasan candi Borobudur dan termasuk dalam wilayah kecamatan Borobudur. Letaknya hanya sekitar 600 m sebelah Tenggara Candi Borobudur, di antara lereng pegunungan Menoreh dan diapit dua buah sungai yaitu sungai Progo dan Sungai Sileng.
Bukan hanya sekedar pintu gerbang belaka. Desa Wanurejo juga mempunyai sejarah tersendiri. Desa ini memiliki hubungan emosional dengan perjuangan Pangeran Diponegoro. Peninggalan yang ada maupun cerita rakyat yang telah bertahun-tahun diturunkan oleh pendahulunya menjadi saksi sejarah beliau desa ini. Salah satunya adalah sebuah makam yang dipercaya masyarakat sebagai makam BPH. Tedjokusumo, putra dari Sri Sultan Hamengkubuwono II ke-76. Beliau inilah yang menjadi cikal bakal berdirinya desa Wanurejo. Dulunya beliau adalah Adipati Wonorejo yang akhirnya berubah menjadi Wanurejo.
Sebagai ungkapan pengabdian, masyarakat selalu mengadakan acara akbar setiap tahunnya. Gelar Budaya Desa Wanurejo, begitulah nama acara tersebut sekaligus untuk memperingati hari jadi Desa Wanurejo. Untuk tahun ini, acara tersebut digelar pada 14 – 18 Mei 2010 dan merupakan Sewindu Gelar Budaya Desa Wanurejo. Tema yang akan diangkat adalah Melestarikan Warisan Budaya Menuju Wanurejo Mandiri.
Bukan sekedar pesta budaya belaka, sejauh ini acara tersebut bahkan telah memecahkan enam kali rekor Museum Rekor Indonesia. Untuk tahun ini acara tersebut mencoba mengangkat ikon salah satu alat pembajak sawa tradisional yang disebut garu yang akan dibuat dengan panjang 15 meter, lebar 4,5 meter.
Di dalam desa ini, banyak terdapat potensi wisata yang hidup seperti kesenian tradisional, industry makanan, berbagai produk kerajinan dan sumber daya alam yang dapat dikembangkan sebagai pendukung wisata. Umumnya penduduk memiliki mata pencaharian sebagai petani dan pengrajin.
Kekayaan lain adalah Wanurejo memiliki berbagai peninggalan berupa lingkungan buatan termasuk didalamnya berupa artefak, candi, bangunan, serta kawasan desa yang hijau membentang luas. Perpaduan lingkungan alam dan buatan serta budayanya, menciptakan saujana yang luar biasa nilainya.

Penulis Artikel : Bayu Adi Prasetya
Pekerjaan : jurnalist
Email : bayu.pras@gmail.com
Museum TeMBI Rumah Budaya menerima penghargaan Sapta Pesona 2010
Piagam penghargaan tembi.org dari Menristek Hatta Rajasa pada tahun 2004
Piagam penghargaan tembi.org dari Menristek Hatta Rajasa pada tahun 2004
Cipta Award 2011
TeMBI rumah budaya
sebagai
Finalis
Dalam Pengelolaan Daya Tarik Wisata Budaya Berwawasan Lingkungan Tingkat Nasional
Penginapan TeMBI
Nikmati Keindahan dan nyamannya suasana pedesaan, menghilangkan stress
Sa' Unine
String Orchestra
Harga CD Rp 90.000,-
Belum termasuk ongkos kirim
Pemesanan hubungi Titin di
08561152733 atau 021-7253410 / 021-7203055
Klik Disini Untuk Mendengarkan
PITUTUR LUHUR LELUHUR
Baru Terbit !!!
PITUTUR LUHUR LELUHUR
Buku kumpulan pepatah Jawa yang diterbitkan Tembi Rumah Budaya untuk mengangkat kembali nilai-nilai lokal yang masih relevan dengan kondisi kekinian.
Dapatkan segera di:
Tembi Rumah Budaya
Jl. Parangtritis Km 8,4 Timbulharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta
Telp. (0274) 368000 atau 368004
Tembi Rumah Budaya
Jl. Gandaria I / 47B Kebayoran Baru
Jakarta Selatan
Telp: (021) 7203055, 7253410
Harga Rp 35.000,-
Kidung Malam
Novel KIDUNG MALAM terbitan terbaru dari Tembi Rumah Budaya, merupakan cerita bersambung karya Herjaka HS yang memaparkan sebagian jalan hidup yang ditempuh Durna hingga periode Kurawa dan Pandawa di Hastinapura.
Durna termasuk tokoh yang jarang dikisahkan secara tunggal, baik dalam novel maupun pertunjukan wayang. Karenanya penerbitan novel ini sekaligus melengkapi dunia novel wayang yang akhir-akhir ini semakin semarak.
Dapatkan segera di:
Tembi Rumah Budaya
Jl. Parangtritis Km 8,4 Timbulharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta
Telp. (0274) 368000 atau 368004
Tembi Rumah Budaya
Jl. Gandaria I / 47B Kebayoran Baru
Jakarta Selatan
Telp: (021) 7203055, 7253410
Harga Rp 35.000,-
Sa' Unine
String Orchestra
Buaian Sepanjang Masa
Harga CD Rp 90.000,-
Belum termasuk ongkos kirim
Pemesanan hubungi Titin di
085782989824 atau 021-7253410 / 021-7203055
Klik Disini Untuk Mendengarkan
PENGUMUMAN HASIL SELEKSI
FESTIVAL MUSIK TEMBI 2012
PENGUMUMAN HASIL SELEKSI
“MUSIK TRADISI BARU 2012”
FESTIVAL MUSIK TEMBI 2012
TeMBI Rumah Budaya - foMbi (forum Musik teMbi) mempersembahkan:
FESTIVAL MUSIK TEMBI 2012
KAMIS, 24 MEI 2012
PERTUNJUKAN MUSIK
Pk. 19.00 WIB
JUMAT, 25 MEI 2012
Bincang-bincang Musik “Elemen Tradisi Dalam Lagu Pop”
oleh FRANS SARTONO “Wartawan Musik Harian Kompas”
Pk. 13.00 WIB
SABTU, 26 MEI 2012
Bincang-bincang Musik “Pengkaryaan VS Empiristik” oleh PURWANTO “Kua Etnika”
Pk. 14.00WIB
PASAR MUSIK
24, 25, 26 Mei 2012 - Pk. 16.00 WIB

Indonesia
English











