Sudah Lebih dari Setengah Abad PG-PS MadukismoMenggiling Tebu

Author:editorTembi / Date:02-09-2014 / Kompleks bangunan PG-PS Madukismo didirikan di atas bekas PG Padokan yang telah rata dengan tanah karena dibumihanguskan dalam peristiwa Clash II tahun 1948. PG Padokan sendiri didirikan pada kisaran tahun 1860, hampir sezaman dengan pabrik-pabrik gula lain di Yogyakarta yang jumlahnya kala itu mencapai 17 buah.

Kompleks PG-PS Madukismo dilihat dari arah depan/utara, difoto: 11 Februari 2014, foto: a.sartono
Kompleks PG-PS Madukismo dilihat dari arah depan/utara

Sudah lebih dari setengah abad Pabrik Gula-Pabrik Spiritus (PG-PS) Madukismo beroperasi. Tentu saja beberapa bangunan pada pabrik ini telah mengalami perubahan sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan zaman. Penampilannya sekarang tentu tidak lagi sama seperti ketika dibangun pada tanggal 14 Juni 1955.

Pada saat didirikan pabrik ini dinamakan Pabrik-Pabrik Gula Madubaru PT (P2G Madubaru PT) serta memiliki dua pabrik, yaitu PG (Pabrik Gula) Madukismo dan Pabrik Alkohol/Spiritus (PS) Madukismo. Pendirian pabrik yang diprakarsai oleh Sultan Hamengku Buwana IX ini diresmikan oleh Presiden pertama RI Ir Soekarno pada 28 Mei 1958. Pabrik gula mulai berproduksi tahun 1958 dan pabrik alkohol dan spiritus mulai berproduksi tahun 1959.

Prasasti yang menerangkan tentang peresmian pabrik yang dilakukan oleh Presiden I RI, Ir. Soekarno, difoto: 11 Februari 2014, foto: a.sartono
Prasasti peresmian pabrik yang dilakukan oleh Presiden I RI Ir Soekarno

Kompleks bangunan PG-PS Madukismo didirikan di atas bekas PG Padokan yang telah rata dengan tanah karena dibumihanguskan dalam peristiwa Clash II tahun 1948. PG Padokan sendiri didirikan pada kisaran tahun 1860, hampir sezaman dengan pabrik-pabrik gula lain di Yogyakarta yang jumlahnya kala itu mencapai 17 buah.

PG-PS Madukismo menempati lahan seluas 90.650 meter persegi dari bekas PG Padokan serta 178.760 meter persegi dari tanah persawahan milik penduduk yang ada di sekitarnya.

Pada masa awal beroperasi di tahun 1955 PG-PS Madukismo menambahkan satu unit kerja lain di pabrik tersebut yang difungsikan untuk memproduksi tidak hanya gula namun juga etanol dan spiritus yang diolah dari hasil limbah atau hasil sampingan dari proses produksi gula.

Sisi dalam/area mesin produksi kompleks PG-PS Madukismo, difoto: 11 Februari 2014, foto: a.sartono
Sisi dalam/area mesin produksi

Di dalam kompleks PG-PS Madukismo ini terdapat beberapa mesin dan terminal dengan fungsi yang berbeda-beda. Mesin-mesin tersebut dapat dikelompokkan ke dalam mesin penggiling tebu (berjumlah 5 buah), mesin klarifer (klarifikasi) dan sulfikasi yang berjumlah 5 buah, mesin pemasakan (mesin evapator) yang berjumlah 14 buah, dan mesin kristalisasi atau vakum. Terdapat pula mesin untuk proses pembuatan alkohol/spiritus.

PG-PS Madukismo dibangun dengan mengemban tugas untuk menyukseskan program pengadaan pangan nasional, khususnya gula. Pembangunan diprakarsai oleh Sri Sultan Hamengku Buwana IX. Pada masa awal pembangunannya Sri Sultan Hamengku Buwana memiliki saham sebesar 75 persen atas perusahaan ini. Sementara pemerintah RI (dalam hal ini Departemen Pertanian RI) memiliki saham 25 persen. Dalam perkembangannya kepemilikan saham berubah menjadi, 65 persen saham dimiliki oleh Sri Sultan Hamengku Buwana X dan 35 persen dimiliki pemerintah (PT Rajawali Nusantara Indonesia, sebuah BUMN).

Visi dari perusahaan ini adalah menjadi perusahaan agro industri yang unggul di Indonesia dengan petani sebagai mitra sejati. Sedangkan misinya adalah menghasilkan gula dan etanol yang berkualitas untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan industri di Indonesia.

Sisi belakang-timur kompleks G-PS Madukismo, difoto: 11 Februari 2014, foto: a.sartono
Sisi belakang-timur kompleks

Pada tahun 1955-1962 perusahaan ini bersifat perusahaan swasta (PT). Pada tahun 1962-1966 bergabung dengan perusahaan negara di bawah BPU-PPN (Badan Pimpinan Umum Perusahaan Negara). Hal ini terjadi karena ada kebijakan pemerintah yang mengambil alih semua perusahaan di Indonesia. Tahun 1966 BPU-PPN dibubarkan. Oleh karena itu pabrik-pabrik gula di Indonesia boleh memilih untuk tetap menjadi perusahaan negara atau perusahaan swasta. Madukismo memilih menjadi perusahaan swasta dengan Sri Sultan Hamengku Buwana IX sebagai presiden direkturnya.

Pabrik Gula Madukismo (PG Madukismo/PG-PS Madukismo) secara administratif terletak di Dusun Padokan, Kelurahan Tirtonirmolo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Lokasi pabrik ini dapat dijangkau melalu perempatan Pojok Beteng Kulon ke selatan (masuk Jl Bantul). Setelah sampai di perempatan Dongkelan (ring road selatan) ambil arah ke kanan (barat) hingga menemukan perempatan Madukismo. Pada perempatan tersebut ambil arah ke kiri (selatan). Jarak lokasi pabrik dengan perempatan tersebut kurang lebih hanya 200 meter.

Naskah dan foto: A.Sartono

Ensiklopedi Situs

Latest News

  • 05-09-14

    Tidak Bisa Disangkal

    Banyak fotografer yang menjadi kurang sadar etika ketika membidikkan kameranya. Lihat saja pada peristiwa upacara keagamaan Waisak di Borobudur.... more »
  • 05-09-14

    55 Penyair Membaca B

    Penyair yang menulis Bantul bukan hanya mereka yang tinggal di Bantul, tetapi penyair yang pernah bersentuhan dengan Bantul, apapun bentuk... more »
  • 05-09-14

    Macapatan Malam Rabu

    Ibarat hidup adalah sebuah tanaman, macapatan dan gendhing-gendhing Jawa adalah pupuknya. Tanaman akan tumbuh dengan sehat dan segar jika selalu... more »
  • 04-09-14

    Denmas Bekel 4 Septe

    more »
  • 04-09-14

    Festival Museum DIY

    Festival Museum Yogyakarta 2014 yang mengambil tema “Membangun Karakter Generasi Muda melalui Museum” dan tagline “Museum Goes to School” akan... more »
  • 04-09-14

    Baca Geguritan untuk

    Memang, geguritan yang dibacakan oleh para penggurit tidak berkisah langsung mengenai seni rupa, tetapi tema Jawa pada karya Apri Susanto yang ‘... more »
  • 03-09-14

    Kidung Tantri Kediri

    Judul : Kidung Tantri Kediri  Penulis : Revo Arka Giri Soekatno  Penerbit : EFEO, Obor + KITLV, 2013, Jakarta  Bahasa :... more »
  • 03-09-14

    Sing Bisa Njejegake

    Pepatah Jawa yang berbunyi “sing bisa njejegake adil” berlaku tidak saja untuk pemimpin atau penguasa namun juga bawahan atau orang awam pada umumnya... more »
  • 03-09-14

    Konser Nostalgia 10

    Band beraliran blues Gugun Blues Shelter rayakan hari jadinya yang ke-10 di Kafe Star Deli Kemang, Jakarta Selatan. Konon kafe ini yang mau memberi... more »
  • 02-09-14

    Sudah Lebih dari Set

    Kompleks bangunan PG-PS Madukismo didirikan di atas bekas PG Padokan yang telah rata dengan tanah karena dibumihanguskan dalam peristiwa Clash II... more »